Pejantan Tangguhku
Ternyata anaknya tadi sempat melihat dirinya beradu dengan seorang Pria, Tapi sepertinya dia tidak menyadari kalau pria yang dimaksud adalah Siswanto tetangganya sendiri.
“Mungkin kamu salah lihat, Zan. Dari tadi ibu sendirian kok di sini.” Fatimah berusaha menghapus kecurigaan anak tirinya.
“Tapi, Bu.”
“Sudah, sudah. Sekarang lebih baik kamu tidur, besok kan harus berangkat pagi.” Fatimah menyentuh pundak Fauzan. Anak yang beranjak remaja itu mengangguk pelan. Meski wataknya keras, dia sangat patuh kepada ibu tirinya itu.