Sang Maharaja yang Terlupa
Jari-jari yang dahulu terbiasa mencekik leher para pemberontak kini membelai kulit benih itu dengan kelembutan yang luar biasa, seolah sedang memegang pipi seorang bayi yang baru lahir.
Ki Sepuh beranjak ke tepi lubang di antara akar beringin purba. Dengan hati-hati, ia meletakkan benih itu ke dalam tanah hitam, lalu menimbunnya dengan campuran tanah humus dari Kalimantan dan pasir dari Maluku. Setelah benih itu tertutup, Ompu Somba, Damang Bungai, Kapitan Nuku, Arga, dan Dewi serentak menciduk air dari Danau Toba yang telah bercampur dengan lumpur lereng Wilis menggunakan mangkuk-mangkuk kayu, lalu menuangkannya secara bersamaan ke atas gundukan tanah yang baru saja ditutup.
Hot Chapters