Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Lelaki itu terkekeh dan mencolek pinggul Ibuk, berbalas pelototan tajam. "Gimana gak kurus kering, banyak sekali pantangan makanan. Mbah Utimu benar-benar kolot di jamannya. Gak boleh makan telur, ikan dan protein hewani lainnya. Alasannya, nanti jalan lahir jadi gatal dan memperlambat proses pemulihan. Hari-hari, ibuk cuma makan kuluban (sayur rebus) dan botok tempe semangit (tempe yang hampir busuk)."
1094.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Luna memandangi darah itu hingga nyaris menangis. "Kak, tumorku berdarah! Apa aku akan mati?" Aku juga sedikit takut melihat darah perawan tersebut. Ibunya berpesan agar aku merawatnya dengan baik. Bagaimana kalau sampai ketahuan? Aku segera menenangkan Luna. "Luna, jangan takut. Kakak sedang membantumu detoks racun. Lihat, racun di tubuhmu sudah keluar."
59.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Atasanku Cinta Pertamaku

Atasanku Cinta Pertamaku

"Mama yakin sama nak Jaden Nduk" Vasya tak yakin ma! "Demi mama ya" "Ma" "Syaa, denger mama. Mama ini sudah tua, penginnya kamu punya pasangan yang baik" "Kata siapa mama tua?" "Umut mama sudah lanjut Sya, mama kerap sakit pinggang" "Asam urat itu bukan karena tua, harusnya kurangi makan sate kambing kesukaan mama" "Husshh!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Kenapa ibu mertuaku tidak seperti ibu-ibu pada umumnya? Kenapa dia begitu tega? Kali ini ibu benar-benar keterlaluan, bukan lagi bermain mulut tapi sudah mulai bermain tangan. Aku sedikit menyesal karena telah melibatkan Bude Rum. Kukumpulkan beras yang masih bisa kuselamatkan, kutahan isak agar tidak terlihat oleh anak-anak yang sedang asik menonton tv. Tidak lebih dari setengah liter yang bisa kuselamatkan. Kuambil ponsel keluaran lama yang kupunya, kuambil gambar sebagai bukti bahwa ibu sudah melampaui batas, akan kutunjukan nanti pada mas Pamuji.
75.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

"Ya ampun ibunda ratu, plis, aku cinta sekali sama anakmu." "Gak pokoknya." Meta pun berusaha menampilkan mimik muka ibu mertua jahat sayang gatot alias gagal total. Lah sok-sokan memelototkan matanya, malah jadinya lucu orang matanya sipit juga. "Hahaha. Gak usah melotot buk, sadar dong matamu sipit," kelakarku. "Hahaha. Iya yah. Kamu ngapain kesini sih?" tanya Meta.
9.9124.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Sang Raja Pulau Mahkota

Sang Raja Pulau Mahkota

"Cepat, segera carilah perlengkapan yang cocok untukmu. Kamu bebas memilih sesukamu, tapi tidak dengan yang di sana!" "B-Benarkah?" "Tentu saja." "Oh, Scarra... Kamu telah membuatku semakin mencintaimu!" "...Dan Yuki, ikutlah denganku... Aku punya sesuatu untukmu." Dari bermacam-macam senjata di dalam ruangan itu, Mumu memililh sebuah tongkat. Tongkat perak yang dipenuhi dengan simbol-simbol seperti tulisan, dan itu menyala saat Mumu menyentuhnya.
9.333.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai otak mumet
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Kazeo Nata
Soal pesan singkat itu yg minta saran soal nama gw punya bbrpa sih karna gw suka maen Game MMORPG terutama Rohan Online cba deh tambahin Job dalam novel ini yg khusus Assassin kek Bangsa Dhan dengan Job Avanger nya yg punya daya serang critical paling sakit di Rohan Online senjata utama mereka Katar
Big Man
Ijin promo thor •Sang Pewaris Takdir• (Novel dengan ilustrasi gambar dan Audio) Sebuah karya kolaborasi 2 Author. Menyajikan alur cerita dan pertarungan yang epic dengan genre fantasi/pendekar. berlatar negeri jepang ala gaya samurai. Yuk Mampir~ karyakarsa.com/Bigman
Baca Semua Ulasan
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kata Ibu menambahkan. “Masalah makan mah gak usah khawatir Sep, kalau butuh nasi atau laper, datang aja ke rumah, cuman ya seadanya aja, mentok-mentok sama jengkol lah, ” Kata Mang Mumu sambil bercanda. “Ah atuh aku juga akan ikut makan kalau sama jengkol mah,” Tiba-tiba Mang Yayat yang ada di sebelahnya berkata dan tersenyum ke sebelah Mang Mumu.
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai otak mumet
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

"Loh repot-repot, makasih ya, Mbak." Mbak Mumun mengangguk. "Kalau lagi gak nafsu, harus dipaksain Nyonya, takut debaynya kelaparan di dalem," katanya lagi. Astagfirullah. Iya. Aku baru sadar kalau gak memasukan apa-apa utun bisa terganggu perkembangannya. "Makasih Mbak, ini mau saya makan kok." "Iya Nyonya. Kalau butuh apa-apa panggil Mumun aja."
921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Lika-liku Cinta Terlarang

Lika-liku Cinta Terlarang

Dia kaget sekali karena Wati mendadak muncul di pintu ruangan utama. “Mikirin apa sih To? Puas habis genjotan sama Mami? Enak nggak pepek si Mami? Sama Narti? Enakan mana? Pasti sedap punya Mami kan? Bulu-bulunya lebih tebal, bukit kembarnya juga lebih besar dan bulat. Digenjot sebentar saja pepek Mami pasti langsung basah dan merintih sambil mendesah!” Tanya Wati seraya tersenyum nakal.
1036.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 720 kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

"Kita itu simbiosis mutualisme ma, sama-sama menguntungkan." "Dan ingat kalau mama tidak mau maka, video ini menyebar keseluruh di dunia. "Kamu licik sekali ternyata." "Hahahaha." Tawa Bara menggema di dalam ruangan dan dengan cekatan Bara melahap mama mertuanya tanpa perlawanan. Mereka bergumul merasakan kenikmatan yang akan membawa mereka menuju puncak. Namun... Tok! Tok! Tok!
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 657 kali sebagai otak mumet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status