Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Part 77 “I-iya,” jawab Rasti terbata. “Aku, aku adalah ibu Astuti,.” Muryani memperkenalkan diri. “Ayo, kita ke rumah,” ajak Muryani. Rasti bergeming. Merasakan keanehan dari cara neneknya mengajaknya. Tidak seperti orang yang baru saja bertemu. Penyambutan yang jauh berbeda dari saat ia bertemu Watri. “Ke rumah siapa?’ tanya Rasti kaku.
10201.1K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as otak mumet
Show Reviews (36)
Read
+Library
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Read All Reviews
Koma

Koma

tolakku bagaimana bisa tiba-tiba dia minta putus, aku kan, belum puas mlorotin. "Kalau gue bilang putus, ya putus." Oja masih saja ngotot. "Gue bilang enggak bisa, karena gue punya ini." Aku memperlihatkan sebuah flashdisk. "Apaan isinya?" tanya Oja, mulai tertarik. Aku memasang benda itu ke HP dan terputarlah sebuah video dimana Oja menangis karena didorong adik cowoknya yang masih ingusan ke bawah derasnya hujan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as otak mumet
Read
+Library
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

pamit ida pada sang mertua " yang... kamu ngapain sih mau makan toge!!!" protes sang suami saat ida masuk ke kamar " ya ga apa apa mas. tapi emang sih kata orang dulu, toge itu menambah kesuburan. lagian enak kok toge..nanti siang kita makan ketoprak." " hah.... apaan itu yang?" " ya makanan lah mas... pasti mas suka deh." ida menjawab sambil memakai make up
756 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as otak mumet
Read
+Library
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Kutarik napas dalam agar paru-paru ku nggak tekor oksigen. "Bukan tanpa alasan kami menjebloskan kakang ke penjara ... ulahnya sudah keterlaluan." Sekuat tenaga kutahan telaga di pelupuk mata ini agar tidak banjir. Ibu menatapku lekat, wajahnya nampak menunggu aku berkisah.
7.840.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as otak mumet
Read
+Library
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Obat itu tak lain adalah bubuk perangsang. "Sudahlah, minum dulu! Nanti kamu sakit perut, jangan diteruskan makan stiknya!" kata Ardi merasa iba juga melihat istrinya itu megap-megap. Aurel mengangguk ketika Ardi mengangkat piringnya dan menggantinya dengan semangkuk kecil sup krim. Namun itu tak disia-siakan oleh Aurel untuk membuat Ardi tanpa sengaja menyenggol gelas minumnya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as otak mumet
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

"Buat kopi hitam tanpa gula. Taruh di kolong tempat tidur Rahman. Nanti malam, aku ke sana. Kalau berkurang, berarti Rahman kena guna-guna," papar Wak Toriq dari seberang sana. Ambu dan Abah yang mendengar itu pun tersentak. Mereka saling pandang. Awalnya, besok akan memanggil Kakak Ambu itu.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as otak mumet
Read
+Library
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

POV Matilda Tatapan Otto mengisyaratkan rasa geli yang penuh teka-teki—atau mungkin sesuatu yang bahkan lebih dingin. “Aku melakukan apa yang harus kulakukan.” Suaranya pelan, lugas, seolah menyatakan kebenaran yang tak tergoyahkan. “Aku tidak akan mengaku menyesal telah mengkhianati ibumu, tetapi aku dapat mengatakan bahwa aku tidak menikmatinya—meskipun dia tidak hidup untuk menyaksikannya. Beberapa hal memang harus dilakukan.”
103.7K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as otak mumet
Read
+Library
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

Kakiku gemetar. “Charlie?” Napasku berat. Jantungku terpompa. Aku menggeleng. “Dadaku... sesak.” Tokio Eki Furuzawa menghampiriku. Tampaknya dia mengerti apa yang terjadi karena memintaku mencoba rileks dan mengendalikan napas. Tarik napas dalam-dalam, buang perlahan, semua yang kupikirkan harus bahagia. “Pikirkan hal baik-baik seperti bertemu Mamut.”
107.9K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as otak mumet
Read
+Library
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

Memanglah kalau buah jatuh itu tidak akan pernah jauh dari pohonnya. "Sepuluh juta matamu soak! Bac*tmu kalau ngomong jangan seenaknya saja! Masih bagus cuman aku kasih bogeman mentah. Kalau aku mau bisa saja aku siram sekalian pakai air keras tuh mulutmu yang sudah seperti kotoran karena selalu berucap kotor. Mau?!" hardik mama yang membuat tante Arita terdiam. Kulihat wajahnya pias, mungkin saja karena tante Arita tahu kalau ancaman mama tidak pernah main-main.
9.61.2M viewsCompletedAdded to Library 43.5K Times as otak mumet
Read
+Library
(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

Oma menuangkan obat kutu yang dia miliki, dia mengoleskannya ke rambut cicitnya. "Oma...?" "Ya? Apa, Cantik?" "Apa dapat?" Oma mengerutkan keningnya. "Dapat apa?" "Kutu," ucap Mentari dengan lucu. "Oma dapal?" Terkadang Oma bingung dengan kata yang keluar dari mulut Mentari. "Sebentar...." Oma dengan kacamata besarnya mencari posisi kutu, sampai dia dapat. "Dapat, Oma?"
9.1139.8K viewsOngoingAdded to Library 2.9K Times as otak mumet
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status