Air Mata Suami dan Mertuaku
"Mas Ammar, kan, masih punya sisa tabungan di bank. Mungkin itu bisa mencukupi kebutuhan hidup kita beberapa bulan ke depan. Bukan begitu, Mas?"
"Iya, Ma. Pokoknya Mama nggak usah khawatir, ya. Tabunganku masih ada, kok, meskipun nggak banyak. Sekarang Mama makan dulu, ya. Sudah siang. Nanti Mama masuk angin!" Ammar menatap wajah ibunya dengan hati berdesir.
'Lihatlah akibat perbuatanmu ini, Dek. Kau bukan Marwa yang kukenal. Kau berubah. Kau sungguh kejam, Dek!'