AKU BUKAN SEORANG PELACUR
“Hitung dengan cokelat promosinya, tapi ambil untukmu saja. Aku tidak pernah suka cokelat, omong-omong. Tidak enak.”
Oliv menyeringai, menatap ke cokelat-cokelat itu sebentar, lalu ke rokok di tangannya.
“Mau pakai plastik?”
“Tidak. Hanya berikan aku begitu.”
“Sebungkus rokok Marlboro Ice brust, dan sepaket cokelat...” Dia mendekatkan dengan cekatan benda-benda itu ke alat pendeteksi harga sambil mengambil selembar uang itu yang sudah gadis itu letakkan dengan sembrono di atas meja. “ ㅡsembilan puluh tiga ribu, totalnya, dan kembalianㅡ” Suaranya terhenti.