Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Semalam Dengan Komandan

Semalam Dengan Komandan

“Enggak! Itu yang hijau juga banyak, yang kuning apalagi. Ah, merusak selera makan aja. Terus ini, kenapa coklatnya nggak lumer sih? Nggak becus banget melayani pelanggan.” Khansa panas hati. “Kalau begitu kenapa enggak pesan pakai meses pink aja? Lalu, makanan yang kamu pesan satunya itu tart coklat, kalau mau yang lumer bisa pesan yang brownies coklat itu.” “Kok malah ngeles sih? Oh! Kamu mau nyalahin pelanggan ya? Kamu budeg apa gimana pesanan dua doang aja nggak bener? Nggak becus banget sih kamu kerja!”
8.943.2K viewsCompletedAdded to Library 992 Times as pagar coklat
Read
+Library
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Menurut Kak Nah, kami harus sering-sering berjalan bersama, menghabiskan waktu agar tidak larut dalam permasalahan yang ada. “Kami pesan dua, ya? Rasa cokelat!” ujar Kak Nah pada seorang Perempuan yang berdiri di balik etalase. Dia menjual wafer dengan berbagai rasa. Harganya juga cukup mahal untuk sebuah jajanan, berkisar antara dua puluh lima ribu sampai lima puluh ribu tergantung jenis dan isian. “Berapa, Mbak?” tanyaku hendak membayar sembari membuka dompet. Kak Nah sudah mengajakku keluar, memberi tumpangan dan menjadi teman, mengeluarkan beberapa rupiah tidak akan membuatku keberatan.
1024.4K viewsCompletedAdded to Library 904 Times as pagar coklat
Read
+Library
Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

“Oke, nanti akan kucek!” Iris baru saja menghembuskan nafas lega,ketika Jessi tiba-tiba menyodorkan sebuah paper bag padanya. “Antarkan ini kepada Miss Moore.” Iris melirik paper bag merk toko gourmet chocolate terkenal. Coklat merk itu harganya terbilang cukup mahal dan eksklusif. “Miss Moore ingin memberikan coklat ini sebagai hadiah untuk salah satu kliennya.”
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 336 Times as pagar coklat
Read
+Library
Nama Mantan di Buku Pendaftaran Siswa Baru

Nama Mantan di Buku Pendaftaran Siswa Baru

Aku kemudian mencium takzim punggung tangannya. “Mas tahu harga coklat?” Mas Adit menggeleng. “Sepuluh ribu, Mas. Mas tahu, sebungkus coklat dihias pita bagiku mungkin harganya tidak ternilai jika Mas Adit yang memberikannya padaku, tapi nyatanya mungkin itu terlalu mahal untuk Mas Adit berikan untukku atau mungkin memang aku tidak ada artinya untuk Mas Adit. Tidak perlu kado yang mewah jika memang ada niat, Mas!” Setelah mengucapkannya, aku kemudian memacu motorku.
5.89.6K viewsOngoingAdded to Library 250 Times as pagar coklat
Read
+Library
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

"Cokelat seharga puluhan ribu per kotak pun bisa memenangkan hatimu? Aku pikir setidaknya harus cokelat buatan ahli!" Adsila tidak menyukai sikap Marlon. "Pak Marlon mau makan ya makan, kalau nggak, kembalikan cokelatmu padaku! Nggak semua orang kaya dan bisa berfoya-foya sepertimu, beli sekotak cokelat yang harganya jutaan!" Marlon menatapnya sambil tersenyum. "Kamu juga bisa. Pamanmu bahkan bisa mengundang ahli ke rumah kalian dan membuatkan cokelat secara langsung untukmu. Benar, bukan?"
9.51.4M viewsCompletedAdded to Library 29.5K Times as pagar coklat
Show Reviews (267)
Read
+Library
Mei Ika
aku dh bca pamela, kalana dan agam udah diganti lagi cerita tentang jonson dan di ganti lagi dg philips.. syngnya cerita philips cuma aku baca sebentar. aku kira author bakalan nyelesaiin cerita pamela yg menurut ku belum selesai. teka teki yg belum terpecahkan. tapi sudah di ganti2 pemeran
Anava
Agam dan Pemela menikah lagi dan bulan Madu di bab 1895-1898 (Keluarga berkumpul kembali) loveeee... bgt .... Author sangat pandai membuat hati bertalu², emosi, bahagia benar² bisa membuat pembaca larut dalam kisah... Bikin cerita lagi dong Thor, tp jangan panjang² episode nya ...
Read All Reviews
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Ia seperti tengah melampiaskan seluruh amarah yang bergumul memenuhi kepala dan raga. "Nih, sesuai janji gue tadi pagi. Di dalam ada red velvet sama sekotak cokelat bubuk. Sorry, ya, nggak jadi traktirin lo cokelat panas, lo tinggal seduh aja cokelat bubuknya pake air panas, jadi, deh cokelat panas."
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 247 Times as pagar coklat
Show Reviews (40)
Read
+Library
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Read All Reviews
Gardenia

Gardenia

"Tuan dan Nyonya ayo kemari dan cicipi sepotong cokelat nikmat dari toko kami. Kami juga mempunyai harga spesial khusus untuk hari ini. Anda bisa mendapatkan 4 kotak coklat pilihan Anda hanya dengan membayar 150 euro." Pelayan itu terus mengulang ucapannya sambil menawarkan coklat yang tersusun rapi di atas nampan yang ia pegang. Tuan Nelson melewati kerumunan dan memilih untuk segera memasuki toko cokelat dan mendapatkan cokelat yang akan ia bawa pulang. . . .
103.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as pagar coklat
Read
+Library
Perfect Mommy

Perfect Mommy

Pastinya Noah kena bea cukai karena membawa sebanyak itu coklat. “Iya,” jawab Noah malu. “Harga coklat aku rasa sama besarnya sama biaya masuk.” Freya menggeleng melihat aksi Noah. “Kenapa banyak sekali, Kak?” Cia tak kalah bingung dengan coklat yang dibawa Noah. “Aku tidak tahu kamu suka coklat mana. Jadi aku putuskan membeli semua rasa.” Semua saling pandang. Kemudian tertawa. Merasa sangat lucu dengan aksi Noah. Seharusnya pria itu bisa menghubungi El atau Cia langsung untuk mendapatkan rasa coklat mana yang disuka oleh Cia.
9.872.6K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as pagar coklat
Read
+Library
MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

MEMBUNGKAM HINAAN MEREKA

Aretha mengembalikan cokelat di tangannya pada tempatnya, lalu kemudian ia mengambil sekotak cokelat yang harganya lebih mahal dari yang tadi. Mata Nina terbelalak ketika melihat cokelat yang ditawarkan Aretha selanjutnya, ini adalah cokelat yang membuat Nina harus berpikir panjang ketika membelinya, walaupun itu hanya sekedar satu bungkus saja, sebab harga cokelat tersebut satu bungkusnya sudah setara dengan uang belanjanya untuk dua hari. Akan tetapi, karena rasa gengsinya lagi, Nina hanya bisa meremas kuat roknya, guna mencegah tangannya yang sudah sangat gatal itu untuk mengambil cokelat tersebut.
11.1K viewsCompletedAdded to Library 354 Times as pagar coklat
Read
+Library
Presdir, Istri Sahmu Telah Kembali

Presdir, Istri Sahmu Telah Kembali

Sarah bicara sambil tetap mengamati kotak mewah di tangannya. “Kenapa dengan coklat ini? Kamu tidak suka?” “Bukan masalah itu. Coklat ini langka dan harganya mahal sekali.” Marc menggeleng tak mengerti. “Aku bisa memberikannya padamu. Lagipula tadi kamu bilang terserah. Jadi, aku belikan yang menurutku bagus.” Sarah malah memberengut. “Tapi aku tidak mau makan coklat ini.”
1023.5K viewsCompletedAdded to Library 894 Times as pagar coklat
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status