Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Valkommen Felisya

Valkommen Felisya

ujar Papa menghiburku. "Iya, Pa?" tanyaku bersemangat. Cokokaka alias keik coklat buatan Mormorku memang paling lezat sedunia. Coklatnya diimpor khusus dari Belgia, sehingga rasanya sangat lezat. Papa mengikatkan pita berwarna biru dan kuning di ujung kepanganku. Lantas memelukku kuat-kuat. "Papa janji akan membuatmu bahagia, min älskling."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Ia sampai bingung mau membeli coklat yang mana. “Kamu suka, Sayang?” tanya Kian sambil menenteng keranjang di tangannya. “Ya, coklat yang ini agak pahit, tapi enak,” ucap Laureta. Kian langsung mengambil coklat-coklat yang ia anggap Laureta suka. Saat melihat harganya, Laureta langsung mengeluarkan ponsel untuk menghitungnya dengan kalkulator. Coklat kecil saja harganya amat sangat mahal.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

cetus Marvel lantas mengambil bungkus coklat yang ditaruh di atas meja. "Coklat yang kamu makan ini mengandung obat perangsang. Dan sekarang semua sensasi yang kamu rasakan, baik itu panas maupun gatal ... itu semua karena tubuh kamu sedang terangsang." "Tadi Paman Carro bilang, coklatnya harus dimakan waktu malam. Tapi aku malah makan sekarang. Apa karena itu? Coklatnya jadi beracun kalau dimakan siang-siang?" Marvel dalam hati menyumpahi Carro.
1046.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Wina “Kau tahu golden speckled chocolate egg, tahun lalu ayahku membelikannya untukku.” Ujar Wina “Kau tahu berapa harga perkilo dari coklat itu, 161,000,000 rupiah.” Ujar Wina, Pemuda itu syok mendengar nominal harga coklat yang di makan oleh Wina.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Adik Musuh

Jatuh Cinta Pada Adik Musuh

Dia juga menyodorkan sebatang Cokelat. Sekar menggeleng. Dia tidak menginginkan cokelat itu. Lagipula dia punya uang jarahan dua juta di kantongnya. Sekar tercerahkan. Sekarang dia tau uang itu akan diapakan. "Lo udah gak suka cokelat lagi, ya? Terus sekarang sukanya apa, gue beliin ya?" Sekar mendelik sebal. Katanya mau pergi!
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Bekas darah dan tanah terlihat samar menyelimuti cokelat itu. Dia menatap kosong, seolah kehilangan jiwanya. Lalu, seperti kerasukan setan, dia menjejalkan cokelat itu ke dalam mulutnya dan mulai mengunyah. "Enak? Cokelat rasa darahnya enak?" ucapku dengan suara jijik dan benci. "Seenak cokelat yang dibuatkan Citra untukmu?" Aku lanjut bertanya. Setiap kata menusuk-nusuk hatinya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

tanya Aga kembali memamerkan senyumnya. “Apa?” “Coklat koin. Aku memberikannya coklat koin.” “Penjaga itu bukan anak kecil tahu, Ga?” “Itu coklat beda dengan coklat dipasaran. Zi! Itu coklat koin cinta.” Aku terkekeh. “Beneran, Zi! Tidak semua orang aku beri coklat seperti itu. Hanya orang tertentu.” “Aku diberi, penjaga perpus diberi, dan kamu bilang orang tertentu?”
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Semalam Dengan Komandan

Semalam Dengan Komandan

“Enggak! Itu yang hijau juga banyak, yang kuning apalagi. Ah, merusak selera makan aja. Terus ini, kenapa coklatnya nggak lumer sih? Nggak becus banget melayani pelanggan.” Khansa panas hati. “Kalau begitu kenapa enggak pesan pakai meses pink aja? Lalu, makanan yang kamu pesan satunya itu tart coklat, kalau mau yang lumer bisa pesan yang brownies coklat itu.” “Kok malah ngeles sih? Oh! Kamu mau nyalahin pelanggan ya? Kamu budeg apa gimana pesanan dua doang aja nggak bener? Nggak becus banget sih kamu kerja!”
8.942.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Menurut Kak Nah, kami harus sering-sering berjalan bersama, menghabiskan waktu agar tidak larut dalam permasalahan yang ada. “Kami pesan dua, ya? Rasa cokelat!” ujar Kak Nah pada seorang Perempuan yang berdiri di balik etalase. Dia menjual wafer dengan berbagai rasa. Harganya juga cukup mahal untuk sebuah jajanan, berkisar antara dua puluh lima ribu sampai lima puluh ribu tergantung jenis dan isian. “Berapa, Mbak?” tanyaku hendak membayar sembari membuka dompet. Kak Nah sudah mengajakku keluar, memberi tumpangan dan menjadi teman, mengeluarkan beberapa rupiah tidak akan membuatku keberatan.
1024.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 888 kali sebagai pagar coklat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status