Pengantin Dadakan
Aku diminta merebus kopi di hadapan kepala negara yang lagi ngobrol santai.
Pintu lift terbuka, dan jeng jeng jeng. Eh, dia di sini ternyata, memakai kemeja putih, jas hitam, dasi belang-belang, kupingnya dipasang kabel dan bawa walkie talkie. Oh, bagian keamanan ternyata, pantes sombong empat hari ini.
“Chefnya sudah tiba, pastikan semua bahan siap.” Bang Ale ngomong gitu di saluran teleponnya. Aku diem aja wes, pura-pura nggak kenal.
Hot Chapters