Mari Berpisah, Mas
"Kalian berhak bahagia, Ibu tidak akan mengganggu kalian, Ibu hanya ingin tenang, semenjak hari itu dan semua kejadian yang telah Murni alami, Ibu baru sadar dengan semua kesalahan Ibu. Mungkin saja semua ini adalah karma buat Ibu. Maka dari itu, Ibu meminta maaf sama kamu, tolong jangan ada permusuhan antara kita, satu musuh itu terlalu banyak buat kami."
Tania menganggukkan kepalanya. Memang benar, dalam hidup kalau kita mempunyai musuh rasanya terlalu berat, walaupun itu cuma satu orang. Hidup tidak akan tenang walaupun banyak teman sekalipun.
"Aku juga minta maaf, Tan. Maaf atas semua yang telah aku lakukan juga keluargaku lakukan," ucap Murni.
"Ya, saya maafin."
Hot Chapters