Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

ucap Wandi “Tapi sambil ke rumah kamu, kita berenti di Martabak Bi Jujum dulu ya?” ucap Wandi. “Pasti untuk Ayah! Kamu lebih perhatian sama Ayah dibandingkan sama aku deh!” keluh Lili. “Lah, iya dong! Calon mantu harus gitu. Ayah kamu itu memang patut diperhatikan, udah berjasa sedemikian hebatnya membesarkan kamu yang istimewa ini,” ucap Wandi.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Mereka hanya ingin yang terbaik versi mereka, untuk kedua anaknya. "Berapa pun yang kamu minta, akan kami beri. Asalkan, kamu segera meninggalkan Kantor juga Kota ini!" tukas Putra, yang sedari tadi menunjukkan ketidaksukaan. Sebuah amplop coklat, berukuran sedang. Teronggok membisu di tempat, menunggu seseorang membawanya. Alya menggeleng lemah, buliran bening jatuh tanpa diminta. Entah ada apa dengan hari ini? Kejadian tak mengenakan justru datang secara beruntun.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Gawat, Nyonya Minta Jatah!

Gawat, Nyonya Minta Jatah!

“Agus pasti suka.” Tiba-tiba, bel apartemen berbunyi nyaring. Sartika bingung bukan main. “Siapa sih pagi-pagi gini?” Dia melirik pintu dengan ragu, lalu ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Ratna, kawannya seangkatan masa kuliah. “Sartika, cepat buka pintunya, aku butuh bantuan kamu.” "Oh, si Ratna. Mau ngapain sih dia? Ganggu kesenangan orang aja," gerutu Sartika.
1074.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

jawab Awan. "jadi tolong buka pintunya!" Awan berusaha merayu. BERSAMBUNG ....
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Lintang tertawa menyapa Bangga Sora dan para temannya di atas gerobak kuda. “Dasar pembual, mereka tertawa karena ulahmu, bukankah kau akan menyiapkan tungku? tetapi dari tadi sampai kami kembali kegiatanmu hanya makan,” umpat Misantanu. “Kau memang masih tidak sabaran seperti dulu, Hahaha, jangan khawatir aku sudah mempunyai tungku tersebut,” Lintang tertawa melihat wajah tua Misantanu. “Mempunyai?” tanya serentak teman-teman-nya, mereka bingung karena tidak melihat ada satupun tungku di sana.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
HATI YANG TERJUAL

HATI YANG TERJUAL

meskipun Intan memiliki usia dua tahun lebih tua daripada Eka, tapi tak pernah sekalipun Eka memanggil Intan dengan sebutan ‘mbak’. “Kantin biasa,” jawab Intan singkat. “Aku butuh duit dua ratus ribu, pinjem dulu,” titah Eka. “Duit dari mana lagi sih aku Eka? Yang tiga ratus ribu kemarin aja jadi masalah,” Intan memberanikan diri menunjukkan kekesalannya pada adik tirinya itu. “Lah tinggal kamu mintak lagi aja sama Ibukmu. Biasanya juga dikasih, apa mesti aku yang ngomong sama Ibukmu, biar keluargamu itu pada tau diri,”
10680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Mana tanggal tua. "Cash saja Mba." "Totalnya tiga ratus lima puluh ribu." Vina membeliakkan mata, karena harga satu cake setara dengan uang makannya seminggu. Alamak, puasa seminggu ini! Vina sudah akan beranjak keluar, namun panggilan seseorang membuatnya kembali berbalik. Vina mengerutkan kening, menatap pasangan di depannya. "Davina kan?" Vina hanya mengangguk, ia heran dengan pria di depannya. Kenapa pria itu sok SKSD dengannya, di depan pasangannya pula. "Apa kabar?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Ia jadi teringat kemungkinan ada pak Poci atau Tante Kunti. "Aku sudah gantle belum?" tanyanya yang sungguh pertanyaan tidak berarti dan buang-buang waktu. Lagipula tak harus singgah di tempat begini kalau mau tanya yang begitu! "Ck! Kamu tuh maunya apa sih?!" "Aku cuma mau tanya. Aku kayak gitu tadi nyelamatin kamu. Udah gantle belum?" Sungguh pertanyaan tidak berguna, tidak penting hingga harus singgah di sarang mbak kunti begini.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Dibuang Keluarga, Dapat Calon Mertua Dari Surga

Dibuang Keluarga, Dapat Calon Mertua Dari Surga

"Minta tolong apa, Mas?" "Mas, lagi butuh uang untuk naik pangkat sayang. Bolehkan, Mas pinjam uang kamu, dulu? Sedikit, kok, Nggak banyak. Cuma lima puluh juta aja."
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 963 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin Untuk Maduku

Gaun Pengantin Untuk Maduku

Ia mendorong tubuhku agar keluar dari kamar mandi. Aku yang tak menerima penolakan, akhirnya mumtab dan murka. Seketika urat dileherku menegang tanpa bisa kucegah. "Aku cuma minta duit, Mas. Duit. Beras di gentong habis. Kasihan Aleeya belum sarapan pagi ini? Bahan-bahan didapur juga sudah habis semuanya. Mana duit belanja?"
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai pantun minta wa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status