Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Nomor Dua

Istri Nomor Dua

ya, teman, kerabat, dan rekan bisnis Papi juga lebih aktif di apk itu daripada apk si biru kepunyaan Om Mark. “Mereka memang juaranya kalau soal keharmonisan.” Tanpa sadar, sebuah komentar tercetus dari mulutku, saat melihat sebuah postingan rekan bisnis Papi yang melintas di berandaku, Pak Arjuna Sakti Setiawan.
10128.1K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as papi papi
Read
+Library
Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

Meski Papi terkadang sibuk dengan urusan pekerjaannya, Papi selalu meluangkan waktu untuk menemaninya bermain walau sebentar saja. Sosok Papi adalah ayah terhebat bagi Zahra. Bagi Zahra orang yang tertampan di dunia ini adalah Papi saja, tidak ada yang bisa menandingi ketampanan papinya. Akan tetapi, Zahra salah besar. Tepat hari ini, dia bertemu dengan sosok seorang pemuda yang sangat tampan, tapi sayangnya tuli. Ya, kenapa tuli? Sebab, saat Zahra panggil, pemuda itu tidak menjawab panggilannya sama sekali, tetap bergeming dan menikmati musik yang mengalun indah lewat earhphone-nya.
9.7492.7K viewsCompletedAdded to Library 15.8K Times as papi papi
Read
+Library
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

“Dia simpanan Papiku, Nay. Sudah lama, sejak aku SMP kelas 3. Kamu tau kan Papiku punya bisnis hotel di Semarang? Tadinya Papi cuma sekedar bolak balik aja ke Semarang, nggak stay di sana. Tapi sejak Papi mengakuisisi salah satu mall di sana, tiba tiba Papi bilang mau stay di Semarang. Mami jelas nggak mau ikut karena Mami sendiri kan sibuk di Jakarta. Aku sama tiga kakakku juga nggak mau pindah ke sana, makanya Papi akhirnya sendirian pindah ke Semarang dan hanya pulang sebulan sekali, bahkan kadang dua bulan. Alasan papi karena mau mengurus bisnisnya yang makin besar setelah membangun dua hotel lagi dan mengakuisisi mall itu.” Shelly bercerita tanpa diminta. Dinaya hanya menyimak sambil se
1015.3K viewsOngoingAdded to Library 459 Times as papi papi
Read
+Library
Hello to Papa

Hello to Papa

Aku bahkan tidak pernah menyangka pada diriku bisa melakukan hal buruk yang bisa meruntuhkan semua impianku, masa depanku, kebahagiaanku. Aku terus menatap kopi di hadapanku, kopi yang hampir mirip dengan susu. Kalau tidak salah Kakek Pion menyebutnya Piccolo cofee. Atau apalah itu, aku masih sangat asing dengan nama-nama kopi di sini. Sesekali aku mengaduk kopi milikku, melihat pelanggan yang beragam aktivitas membuatku tersenyum. Terlebih lagi saat aku melihat pelanggan yang tengah mengerjakan tugas kuliahnya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as papi papi
Read
+Library
Om-Om Pilihan Papa

Om-Om Pilihan Papa

Bahkan bisa dibilang, pernikahan ini akan sangat amat menguntungkannya. Kenapa? Karana tentu aku tak lupa jika, Papa adalah seorang penguasa pasar perhotelan bintang lima yang sudah memiliki cabang di kota-kota besar. Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Jogja dan hampir terletak di banyak tempat. Belum lagi bisnis restoran Papa yang sudah berjalan dengan baik semenjak di dirikan lima belas tahun lalu. Memiliki reputasi yang sempurna, pilihan para kalangan menengah atas, cita rasa makanan yang terjaga dan selalu dijadikan pilihan saat adanya perjamuan.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as papi papi
Read
+Library
Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Status WA Suamiku yang Disembunyikan

"Ish! Enggak sabar buat nimpuk orang yang jahat sama kita!" Kami berjalan beriringan menuju lift. Dari arah koridor kanan tampak Papi berjalan ke arah kami bersama dua anak buahnya. Melihat lelaki berkharisma itu, aku dan Mas Reno berhenti melangkah. Papi tersenyum saat melihat kami. Kemudian menepuk punggung Mas Reno. "Gimana rasanya jadi karyawan?" "Cape, sih, Pi. Tapi obat capenya dekat, Reno senang-senang aja," ucapnya sambil melirikku.
10111.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as papi papi
Read
+Library
Telat Nikah

Telat Nikah

"Sudah, Pi. Ternyata jajanan pinggir jalan enak, ya, Pi." "Dasar!" Papi mengacak kepala dengan balutan hijab dusty pink ini. "Ponsel kamu," lanjutnya. Sembari menyerahkan benda yang tak ingin kulihat beberapa hari ini. "Iya, Pi." Jujur, enggan sekali menyentuh ponselku sendiri. Namun, Papi sudah harus kembali. Banyak pekerjaan tertunda hanya karena ingin menemaniku di sini. "Papi pulang dulu, ya. Ingat! Jangan lama-lama menghanyutkan diri dalam kesedihan. Kamu berhak membahagiakan diri sendiri."
9.826.6K viewsCompletedAdded to Library 557 Times as papi papi
Read
+Library
Pesona Tampan Papa Angkat

Pesona Tampan Papa Angkat

tanya Bianca. “Ya misalnya dengan memberikan nomor handphone Papamu yang super tampan itu Bi,” ujar temannya. “Kalian naksir dengan Papaku?” “Wanita mana yang tidak tergila-gila dengan Papamu Bi, padahal aku baru melihatnya sekali tapi wajah dan tubuh kekar Papamu itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku,”
8.715.0K viewsCompletedAdded to Library 435 Times as papi papi
Read
+Library
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Read All Reviews
Jangan Berhenti Mencintaiku!

Jangan Berhenti Mencintaiku!

tegas Papi Suasana ruang tamu semakin memanas, Papi tidak mengindahkan omongan Mami, jempolnya bergerak cepat di atas layar ponsel, mencari kontak rekan bisnisnya. Di tengah panasnya suasana ruang tamu, Angga berdiri dan beranjak dari sofa “sepertinya sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, karena Om sudah sepakat untuk mengurus semua ini sendiri. Kalau begitu saya izin pamit”
10435 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as papi papi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status