Selubung Memori
“Untuk apa kami berperang? Untuk apa kami harus berjuang mempertahankan Padang Anushka dan Lembah Palapa? Untuk apa kami harus mengorbankan nyawa untuk manusia normal? Tidak pernah ada jawaban pasti yang menjelaskan semuanya. Kami berangkat ke medan perang, menyelesaikan tugas—yang mungkin dengan membunuh pasukan musuh, terlepas seperti apa jenis pasukan itu—lalu kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Kau bisa membayangkannya? Pikirkan bahwa pergi ke garis depan itu seperti rutinitas harian layaknya sarapan pagi atau latihan rutin—itu yang terjadi.”
Sorot Bibi benar-benar pedih, mengulang semua kejadian di ingatannya.
“Mungkin,” ucapnya, “karena kami tidak pernah memiliki narasi yang t
Bab Populer