Sang Abdi
Nada bicara Narto terdengar agak datar lebih bersifat harapan dibandingkan pemaafan.
Setelah beberapa detik terdiam, Farhan berkata, "Terima kasih, Mas sudah mau memaafkan aku." Farhan kembali terdiam tak tahu apa yang pantas untuk diucapkannya lagi.
"Sudahlah, kita lupakan itu. Yang penting bagaimana kita berjalan ke depan. Kita sudah sama-sama berumur. Mungkin lebih bijak kalo kita mulai berubah jadi lebih baik."