Kelabu
“Perkenalkan, saya Banar.”
Dania mengangguk canggung dengan menu yang diletakkannya di atas pangkuannya. “Saya Dania,” balasnya.
Banar berguman pelan, “Benar, dia adalah gadis itu.” Cukup pelan hingga hanya dia yang dapat mendengar ucapannya sendiri.
Dia kembali bersuara, “Apa kamu mengingat saya?” tanyanya penasaran.
Dania tampak berfikir cukup lama ia menjawab. “Maaf tuan sepertinya tidak,” jawabnya.
Bab Populer