Cahaya Biru
Baru saja kami melangkahkan kaki di trotoar, Radit dan Jeno sudah berdiri di depan pintu masuk sekolah dengan ekspresi terkejut.
"Loh, kalian bertiga berangkat bareng?" Radit mengangkat alisnya, melihat kami bertiga yang biasanya datang terpisah.
Jeno, dengan mata yang tidak lepas dari mobil mewah yang baru saja kami parkir, bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi, "Wih, mobil lo baru Bi?"
Biru, yang masih tersenyum lebar, memandang mobil tersebut sebelum menjawab, "Bukan mobil gue. Mobil punya bini gue," katanya dengan nada bangga.
Sikat na Kabanata