Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PELAYAN TUAN ARTHUR

PELAYAN TUAN ARTHUR

Aku sadar jika aku terus memikirkannya, aku akan melakukan sesuatu yang akan kusesali, seperti menghabisi salah satu dari bajingan-bajingan ini—yang ironisnya kuanggap sebagai teman. Tiba-tiba, aku teringat pada pelayan baruku. Ella. Saat pertama kali melihatnya di 'pelelangan'—istilah vulgar yang mereka gunakan—aku pikir dia biasa saja dan aku tidak begitu tertarik padanya.
10125 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as pel pelan
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Lelaki itu justru tertawa. Tiba-tiba Andin bangkit. "Maaf Pak, saya ke toilet dulu." "It's oke, Andin." Andin tersenyum, sementara sesekali ia melirikku dengan pandangan tak biasa. Kulirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan, waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam. "Pak, silahkan ini pesanannya," ujar pelayan itu.
9.7228.5K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as pel pelan
Read
+Library
Cute Pumpkin & The Badboy

Cute Pumpkin & The Badboy

Pria ini segera mengalihkan pandangan dari wajah itu, wajah yang terlihat sangat menggoda untuk ia hujani ciuman. Sial! Pria ini menyambar ponsel itu dengan tangan bergetar. “P-permainan pianonya mana ya? Kayaknya seru ka-kalau main itu beronde-ronde,” ucap Aryan, mencoba memberi tahu pada Ran kalau yang dia maksud adalah permainan itu. ‘Eh? Mau berdalih ya? Ngeres ya ngeres aja. Gak usah pakai bawa-bawa permainan itu untuk alasan. Dasar gue!’ maki Aryan pada diri sendiri.
10214.3K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as pel pelan
Read
+Library
Ditinggal di Pelaminan

Ditinggal di Pelaminan

Dari langit-langit, lampu kristal mewah menjuntai, memancarkan kilau yang memesona. Irfan mengenakan setelan jas hitam. Ia duduk di depan piano, memainkan lagu Mariage d’Amour sebagai pembukaan pernikahan ini. Harus kuakui, ini benar-benar seperti pernikahan yang selalu aku bayangkan. Usai memainkan piano, Irfan berjalan perlahan ke arahku, menundukkan tubuh dengan sopan, lalu mengulurkan tangan kirinya. Aku menahan rasa gugup, lalu meletakkan tangan kananku di atas tangannya.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as pel pelan
Read
+Library
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Pelangi memainkan kuku nya, wajahnya tampak sangat menyebalkan untuk dipandang "Yaudah sih kalau gamau, tapi ya leo difikir fikir gw itu satu-satunya temen cewe yang lo punya loh.Apalagi kita tetanggaan" Ia menatap leo, lalu tersenyum "Kalau kita musuhan, otomatis gw bakal ngelarang adik gw buat main PS bareng lo, terus lo terpaksa deh harus main ps sendiri lagi.Tapi terserah lo sih mau atau nggak, oke babay leo" Pelangi melambaikan tangannya kearah leo, saat tengah berjalan pelangi menghitung sendiri menggunakan jarinya.Saat tepat dihitungan ketiga "Pelangi!!"
82.6K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as pel pelan
Read
+Library
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

kejam. Nayla mengangguk pelan, sesekali tersenyum tipis. Bukan senyum bahagia, tapi senyum seorang pemain yang sudah sangat lama menunggu giliran untuk membalas. Tak satu pun kata dari Riko terdengar bagi dunia luar. Tapi dari sorot mata Nayla yang semakin membara dan ekspresi wajahnya yang berubah perlahan menjadi dingin, jelas satu hal:
101.7K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as pel pelan
Read
+Library
Terpisah Sebab Pariban

Terpisah Sebab Pariban

Dia hanya meninggalkan satu peluru di dalam pistol revolver itu, dan dia memutar sarang peluru itu. "Permainan macam apa ini." Berontak pemain dari orang suruhan pesaing bisnis ibu ku. "Ini permainan indah, tenang. Di dalam pistol ini hanya ada satu peluru, berarti dalam lima tembakan itu tembakan hampa alias tidak ada pelurunya, hanya ada satu tembakkan yang memiliki pelurunya, tapi sayangnya kita dua sama-sama tidak tahu ditembakkan ke berapa peluru itu akan ada." Penjelasan dari orang suruhan ibu ku.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as pel pelan
Read
+Library
Terjebak Cinta Pria Arogan

Terjebak Cinta Pria Arogan

Sialan! Peony buru-buru mengalihkan pandangan ke sekeliling ruangan untuk meredakan perasaan tidak nyaman di hatinya. Peony memaksakan sebuah senyuman pada semua orang. Berusaha mendapatkan kembali ketenangannya. “Janik Martinez?” Peony menyebutkan seorang pemain sepak bola Internasional yang sangat terkenal saat ini karena bakat dan ketampanannya. Dari lirikan mata, Peony dapat melihat bahwa Kheil mengeraskan rahang.
1018.0K viewsOngoingAdded to Library 450 Times as pel pelan
Read
+Library
Simpanan Dosen Tampan

Simpanan Dosen Tampan

“Masih salah.” “Mas!” Felly refleks memukul pelan lengan Marvin. Marvin terkekeh. “Panetteria.” Kali ini dia mengucapkannya lebih pelan, sengaja, seperti mengulang momen tadi. Felly mendengus, tapi kali ini jelas lebih ringan. “Iya iya, aku lupa.” Marvin mengangguk puas. “Nah, mulai kembali normal.” Felly menoleh, kedua alisnya bertaut sebal, namun terlihat lucu di mata Marvin. “Maksudnya aku tadi nggak normal?”
1051.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pel pelan
Read
+Library
Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Marcel, untuk setiap penghinaan yang kamu berikan malam ini, aku akan bakar seluruh Keluarga Gamar hingga jadi abu! Aku ambil kostum pelayan merah murahan itu. Aku pandangi desainnya yang terbuka, dan bahannya yang buruk. Lalu aku lemparkan itu ke tempat sampah. Cukup! Permainan ini sudah berakhir Masih dengan pakaian basahku, aku dorong pintu dan jalan lurus memasuki pesta. Musik langsung terhenti. Semua kepala menoleh. Bisik-bisik terdengar di sekelilingku.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as pel pelan
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status