Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Liar Paman Suamiku

Hasrat Liar Paman Suamiku

"Apa itu?" Raymond tertawa pelan melihat wajah polos Dara. "Down Play. Bermain di luar. Tidak sampai melakukan penetrasi penuh." Wajah Dara semakin merah mendengar penjelasan itu. "Ta... tapi..."
1068.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
CAP PELAKOR

CAP PELAKOR

cicit Melisa lirih. "Hah, tidak kusangka calon istriku ternyata seorang pelakor. Memang penampilan bisa saja menipu seseorang. Aku sungguh merasa tertipu dengan penampilan syar'imu itu, Mel. Kita batalkan saja rencana pernikahan kita, aku tidak mau mempunyai istri seorang pelakor!" Aris pun bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Melisa tanpa menoleh sedikit pun.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

"Bang, piala diamond ilang!" "APA?!"
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Selena dan Mario berdiri sebelahan. "Mau pulang, pak?" "Iya." Selena memilin rambutnya dan memainkan kakinya, Mario melirik sepintas betis dan paha Selena yang putih mulus lalu kembali menatap ke pintu lift. Selena tersenyum genit, tiba-tiba dia terpelecok karena memainkan sepatu hak tingginya dan jatuh dalam pelukan Mario yang refleks memegang kedua tangan Selena, pada saat bersamaan pintu lift terbuka.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
HARMONY

HARMONY

Vina: “PJ apaan? Bahasa mana itu neng?” Mia: “PJ = Pajak Jadian. Begitu doang kaga tahu na” Vina: “Ya maap, bukan orang kota soalnya” Yuni: “Udah lama banget nih, ngumpul gass kali?” Mia: “Iya ih, Ra ayok main” Laura: “Atur aja deh guys”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Reno memberi tahu. “Hah apa itu, baru tahu.” Yasmine mulai searching di internet. “Olahraga padel adalah olahraga raket yang merupakan perpaduan antara tenis dan squash, dimainkan secara ganda (dua lawan dua) di lapangan tertutup yang dikelilingi dinding kaca. Perbedaan utamanya dengan tenis adalah penggunaan dinding di lapangan yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi permainan, serta raket yang solid dan tanpa senar dengan bola bertekanan lebih rendah. Olahraga ini dikenal seru, relatif mudah dipelajari, dan cocok untuk berbagai usia.” Mata Yasmine langsung melotot saat melihat baju olahraga yang dipakai oleh wanita sedang berolahraga padel.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

tanya Gendis lagi, kali ini suaranya lebih hati-hati, takut salah nebak. “Plan B. Saya harus punya cadangan pemain buat lihat pengkhianat yang mungkin masuk di antara empat orang yang udah saya tugaskan, Sayang,” ucap Rain pelan, nadanya berubah serius, sorot matanya tajam menatap layar laptop. Kalimat Rain itu membuat suasana mendadak menegang, dan Gendis menatap suaminya dengan campuran kagum sekaligus cemas.
10488.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai pel pelan
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Sepupu Kairan itu tampak begitu serius seolah sedang mengikuti kejuaraan nasional, padahal hanya permainan taman bermain. Belasan pasang mata memerhatikannya. Entah terpikat pesonanya, atau penasaran apakah ia mampu menjatuhkan semua pin yang sejak siang belum pernah ada yang berhasil merobohkannya. Tarikan pelatuk terdengar. PRANG! Kelereng melesat cepat, menghantam sasaran. Enam pin tumbang, menyisakan empat yang masih berdiri kokoh.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Nyi Suketan ingin sekali membalas perlakuan wanita di sebelahnya. “Apa kau merasa kesal, wajahmu sudah mirip seperti bokong monyet besaar.” Nyi Loro Ati kembali tertawa cekikikan. Di sisi lain, Pelisik merasa malu karena dia sendiri berada di nomor urut 12 dari total perolehan poin yang sudah dikumpulkan sejak pertandingan pertama.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Berondong Targetku

Terpikat Pesona Berondong Targetku

Martin meletakkan kembali pistol mainan itu ke tempatnya, lalu mengajakku ke permainan selanjutnya. "Nah, sekarang Kita mainkan permainan yang aku kuasai!" tegasnya sembari menunjuk permainan Pump it Up, sebuah permainan simulasi menari yang menurutku sangat memalukan karena untuk memainkannya kita harus menari di depan umum seperti ini. "Permainan ini?" tanyaku memastikan. "Yap, percayalah, Aku selalu mendapatkan skor tertinggi dalam permainan ini," jawabnya dengan penuh semangat menaiki lantai dansa permainan itu. "Ayo, naiklah!" serunya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status