Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif

Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif

Namun, tiba-tiba pria itu berteriak heboh dan sama sekali minim sopan santun. “Pelayan! Pelayanku! Di mana kau!? Cepat kemari! Tuan mudamu ini membutuhkanmu!” Untungnya Val sudah selesai makan. Ia pun menghampiri David ke kamarnya di lantai atas sambil merutuk beberapa kali, tentu saja. “Seenaknya saja dia memanggilku begitu. Aku kan punya nama! Lagi pula, memangnya dia pikir dia seorang pangeran? Cih! Dasar orang kaya sok!”
205 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Paman Billionaire

Terjebak Gairah Paman Billionaire

Rini menelan ludah, dia berpura-pura tak mau menoleh ke salah satu pelayan yang mengangkat tangan. “Sa-sa-saya Tuan.” “Sudah berapa lama kamu bekerja di rumahku?” Nada suara Oriaga terdengar meninggi bak polisi yang sedang menginterogasi tersangka. “Ti-ti-tiga bulan, Tuan. Saya pelayan baru.” “Beritahu namamu ke Tuan,” ucap pak Wira. Pelayan itu mengangguk, dia memberitahu Oriaga namanya lantas menunduk gemetaran.
10102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
I Hate You, I Love You

I Hate You, I Love You

tanya Wildan dengan lega. “Ada. Aku ingin tau siapa nama pelayan pribadi Rey?" Yudi malah balik bertanya ke Wildan. "Lana," jawab Wildan. "Lana? Apa hanya Lana saja tanpa nama belakang atau apapun?" "Maaf Pak Yudi, jika ingin bertanya data pribadi tentang siapa saja nama keluarga atau nama belakang semua pekerja di sini bukan kapasitas saya. Jika ingin mengetahuinya bisa bertanya langsung pada Pak Reynar.”
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 650 kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
The Alchemist's Touch
Baca
+Pustaka
Istriku, Jangan Lari Dariku

Istriku, Jangan Lari Dariku

“Aku butuh bantuanmu dengan sesuatu.” Tatapan si pelayan menyapu angka-angka di cek, dan matanya menunjukkan keserakahan. Dia tersenyum lalu berkata, “Apa yang harus saya lakukan?” “Ikutlah denganku.” ……. Pelayan keluar dari ruang istirahat Layla dan berjalan menuju pesta dengan beberapa minuman di nampannya. Di antara mereka adalah bunga krisan yang disebut Esme.
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Tanya seorang pelayan yang baru selesai mengantarkan pesanan ke konsumen lain. “Iya mbak. Saya sedang mencari teman saya, tapi kayaknya belum datang deh. Saya hubungi dulu, boleh saya menunggu dulu di sini mbak?” Luthfi menunjuk tempat yang di maksud. “Bisa pak, silakan. Kalau bapak mau pesen, nanti tinggal panggil salah satu dari kami ya pak.” Jawab pelayan itu. “Baik mbak, makasih.”
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar sang pelayan gelagapan dengan respon Bara. “Tidak apa, saya mohon maaf. Mohon bayarkan tagihan saya,” ujar Bara menyerahkan sebuah kartu kepada pelayan tersebut. Pelayan menerima kartu Bara dan dengan segera meminta Bara memencet enam angka pin kartunya. “Thanks ya,” ujar Bara. “Sama- sama pak, sampai jumpa lain waktu, Pak,” ujar pelayan tersebut tersenyum lebar.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 588 kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Konglomerat

Tuan Muda Konglomerat

sindir pelayang pertama. Pelayan yang dipanggil Rahma itu hanya bisa tertawa judes. Sebenarnya dia juga tidak percaya lagi kepada Sean. Tapi dia juga harus tetap profesional dalam bekerja. Meskipun Sean akhirnya tidak membeli apapun, dia juga tidak akan mengatakan apapun. “Tuan, kalau Anda masih belum membayar, mohon Anda segera tinggalkan tempat ini. Jangan mempengaruhi toko kami,” ucap pelayan pertama dengan cuek.
9.1120.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa

kata Rena tersenyum " Iya nona sama-sama" kata pelayan itu " Saya ke kamar dulu bi mau istirahat" kata Rena " Mari non biar saya antar" kata salah satu pelayan yang lebih tua dari pelayan lain, namanya Siti " Ah iya bi" kata Rena tersenyum Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat laki-laki tampan yang sedang fokus dengan layar komputernya.
9.580.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
(Gagal) CERAI?

(Gagal) CERAI?

Berpura-pura tidak terjadi apa-apa, padahal hati sakit melihat perempuan yang menangis. “Tenderloinnya masih proses, Kak. Kami mohon maaf atas keterlambatannya,” kata si Pelayan. Sebelum dia pergi, aku memanggilnya. “Mas!” Pelayan itu berbalik menatapku. “Ada apa, Kak?”
10124.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai pelayan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status