Saat Cinta Menjadi Racun
"Putri ibu terlahir untuk hidup bahagia."
Hidungku terasa asam, dan aku buru-buru bersembunyi di balik selimut.
Malam itu, cahaya redup dari lampu senter menembus mataku.
Dalam setengah sadar, aku melihat ibu memakai kacamata baca, memegang kapas dan cairan disinfektan, dengan lembut membersihkan lukaku.
Ia meniup perlahan, lalu mengoleskan salep tebal di atasnya.