PENDEKAR TAPAK DEWA
ucap laki-laki tuan rumah itu dengan ramah.
“Oh iya, Ki, terima kasih...!”
Saat La Mudu masuk, di ruang duduk yang tak begitu luas itu terlihat istri dan dua tiga anakhnya yang masih kecil-kecil duduk berkumpul. Anaknya yang besar paling berusia lima tahun, yang kedua tiga tahun, dan yang kecil tampak terlelap di dada ibunya sambil menyusui. Tapi sekali-sekali si bayi terlepas dati tetek ibunya lalu menangis, dan dengan cepat ibunya menyusuinya kembali. Wajah mereka terlihat lemas. Ketika La Mudu menyapanya sembari mengangguk dan tersenyum, hanya dibalas oleh wanita itu dengan senyum seadaanya.