DOSEN Itu, IBU ANAKKU
“Jadi berhenti bawa-bawa malam itu lagi! Jangan rusak semuanya hanya demi ego dan gengsimu sendiri!”
Bentakan itu menghantam Monica seperti cambuk. Matanya merah, ia memalingkan wajah, berusaha menahan tangis yang siap pecah.
Sementara Kanz berdiri di sana, dadanya naik turun keras, kepalanya mendongak dengan mata yang nyalang penuh frustrasi.
----
Di sebuah kafe kecil tak jauh dari gerbang kampus, suasana sore tampak biasa saja. Denting sendok, obrolan pelan mahasiswa, dan aroma kopi memenuhi ruangan.
ตอนยอดนิยม