Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Jangan bodoh, Anin,’ pikir Anindya, panik sendiri.
“Saya tertarik dengan cara mengajar kamu. Suster dan pelayan sering melapor. Katanya, Elvio jadi lebih disiplin dan bersemangat belajar sejak kamu yang mengajar,” jelas Arvendra akhirnya.
Ah, rupanya itu maksudnya. Sejenak Anindya merutuki dirinya sendiri karena sudah berpikir terlalu jauh. Pipi hangatnya terasa memanas karena malu.