Darah dan Takdir
A. Rani melawan takdirMelawan Takdircerita sek sedarahtakdir
Ia menatap sekeliling dengan penuh kewaspadaan, memastikan bahwa mereka masih belum terdeteksi.
Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan. Dari dalam bayangan, seorang pria tua muncul, tubuhnya diselimuti jubah prajurit tua yang telah pudar warnanya. Wajahnya penuh guratan usia, tetapi matanya tetap setajam elang yang mengintai dari ketinggian. Ki Wira, mantan panglima kerajaan yang kini menjadi pengawal istana yang terlupakan, berdiri di hadapan mereka dengan ekspresi penuh ketegasan.
“Sudah saatnya,” bisiknya rendah, nyaris tak terdengar. “Kita harus bergerak sekarang sebelum pergantian jaga.”
Hot Chapters