Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

tanya Jason Darren terus-terang. “Tidak ada yang perlu disesali, Jason. Tidak ada pesta yang abadi. Semuanya akan terus berubah. Tidak mungkin kita mempergunakan tanda koma terus-menerus. Suatu saat kita harus memakai tanda titik. Namun, ada sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Sesudah tanda titik, kita bisa memulai lagi dengan huruf besar. Iya nggak?”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku

Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku

Koma menegur Misty yang seperti bersiap-siap hendak memakai tas ranselnya. “Nanti kita kemalaman. Ini udah jam berapa? Coba liat!” Misty menunjukkan jam di pergelangan tangannya. “Sebentar aja. Ada yang mau aku omongin ke kamu.” Bujuk Koma. “Apa? Bilang aja sekarang?” tanya Misty, masih sambil berdiri. “Duduk dulu. Buru-buru amat.” Misty kembali duduk dengan malas. “Nah, sekarang mau ngomong apa? Aku udah duduk nih.”
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Love

Love

Bersambung. Please koment ya.... 😊😊😊😊
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Kesannya Mama ini orang tua yang tidak perhatian dengan kamu. Kabar baik, internet, tetangga sebelah, kata kunci yang membuatku mencari tahu apa yang dimaksud Mama. Oh, ternyata itu. Pasti tentang pameran sehari itu. Lebih baik aku telpon langsung. Kadang, tulisan salah meletakkan tanda koma saja mempunyai arti berbeda. Ini bisa salah maksud lagi. "Assaalamualaikum, Ma."
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

"EH KE GUEE TAU!!" "APAAAN!! ORANG KE GUE JUGA, NATAPNYA AJA KE GUE!!" "IH~ POKOKNYA GUE!" "GUE!!" "GUE!!" "GUE TITIK!! NGGAK PAKE KOMA!!"
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Titik-Koma yang Hilang Keesokan harinya, setelah keluar dari dunia Paragraf yang Tidak Pernah Ditutup, ketiganya menemukan sesuatu yang janggal dalam Kitab Putih. Sebuah kalimat baru muncul: “Di antara kata dan jeda, ada tanda yang tak terlihat; ia memisah namun menyambung: titik-koma yang telah dicuri.” Salma mengernyit. “Titik-koma yang dicuri? Ini bukan hanya soal gaya bahasa.” Faris menimpali, “Dalam struktur narasi kuno, titik-koma adalah penanda transisi makna. Ia bukan akhir, bukan pula jeda. Ia jembatan antara dua makna yang belum rampung.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

“Kenapa hampir semua komentar ditulis dengan gaya bahasa yang mirip?” Margareta mulai mengambil tangkapan layar setiap testimoni dan menyimpannya dalam folder terpisah untuk analisis lebih lanjut. Ia memperhatikan pola waktu unggahan, struktur kalimat, bahkan tanda baca yang digunakan. “Komentar ini ditulis jam 2 pagi, yang ini jam 3 pagi, dan ini jam 4 pagi. Siapa yang menulis ulasan jam segitu?”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Ibu Sang Pewaris

Ibu Sang Pewaris

Wanita itu langsung ngacir ke meja kerjanya. *** Benar, Jasmine salah masukkan angka dan tanda currency. Yang harusnya koma, ia ketik titik. Itu beda artinya, bisa fatal. Tapi Jasmine tersenyum mengingat Kemal yang tak menegurnya terang-terangan pada forum tadi, padahal bisa saja dia lakukan. Dua belas juta yen angka yang besar. Malah dipangkas menjadi dua belas yen itu yang terbaca. Ceroboh memang.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Baca
+Pustaka
Another Side of EARTH

Another Side of EARTH

"Iya, aku tahu! Tapi bisa tidak bicara pakai titik koma? Aku bingung ini, mendengarmu bicara seperti air yang menetes terus dari pipa bocor." "Kau pikir ini novel, Artemis? Ada titik, koma, tanda petiknya segala!" Kuangkat sapu tangan putihku tanda menyerah. Barulah si Ratu Cerewet ini diam. Suaranya bising sekali! Dova juga ikutan kesal mendengarnya. "Aah! Kalian berdua berhentilah! Kita kembali ke SKYLAR dan...." Seketika ada yang melintas didekat Dova dengan cepatnya. Angin terasa muncul secara tiba-tiba, menerbangkan debu disini. Hingga kami bertiga terbatuk.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai penggunaan tanda baca koma
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Susan S
Kak Dita mah nggak perlu diragukan lagi. Tapi btw kok aku lebih suka Scifinya ya daripada genre yg lain yg kakak tulis. Ini tuh gimana ya. Meski baru baca 3 bab tapi asik banget gitu dibacanya. Kayaknya kak dita nyaman sama genre ini. Fellnya nonjok banget. Dan lebih bebas tentunya.
Shell
Scifi memang seru. Btw suka sama gaya bahasanya. Jadi keinget cerpen Millenium 11 karya Kak San. Settingnya sama2 masa depan. Meskipun punya Kak San lebih jauh lagi. Tapi konsep ceritanya sama2 keren.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status