MERTUA IDAMAN
ucapnya lagi.
“Apa yang aku lakukan adalah pengorbanan, Bu.”
“Tahu apa kamu soal pengorbanan, Arga? Itu bukan pengorbanan. Ibu yang sudah melahirkan kamu dengan bersusah payah, Ibu yang sudah mendidik dan membesarkan kita tanpa sosok ayah, Ibu yang sudah rela menjual harta bendanya demi cita-cita anaknya agar terwujud, dan Ibu yang rela menyita waktu istirahatnya demi melayani anak-anaknya. Itu baru bisa dikatakan pengorbanan.” Aku menoleh lagi. Itu adalah suara Mas Pras—kakakku yang pertama.