Di Antara Dua (Istri)
"Tentu, Ayah tidak berhak untuk itu."
"Terima kasih," jawabku sambil tersenyum tipis, menghela napas lalu menghidupkan motorku.
*
Seminggu kemudian.
Aku sudah memulai usahaku membuka butik gaun dan toko keperluan anak, aku juga menjual produkku di banyak e-commerce, mempromosikan mereka secara live serta berusaha menjaring pembeli sebanyak mungkin. Kutawarkan produkku dengan konsep iklan yang mengesankan, juga mereview produkku secara jujur. Secara masiv, kami memasang iklan hingga meyakinkan pelanggan bahwa kami memproduksi pakaian handmade dengan kualitas premium, desain yang ditawarkan juga berbeda dengan desain-desain yang sudah ada, jadi, aku bisa bersaing juga dengan pasaran produk yan