Susahnya Jadi Mas Joko
Aku menurunkan ponselku dari telinga yang mulai terasa pegal dan panas, lalu beralih pada Deden yang duduk bersamping-sampingan dengan Pepen.
“Den,” panggilku pelan.
“Ya, Mas?”
Aku berkata pada Deden untuk memberinya sebuah koreksi. “Lain kali, kalau kamu bikin nota tanda terima, jangan lupa kamu mintakan alamat si customer ya?”
“Iya, Mas.”
“Nomor hapenya juga.”
“Iya, maaf, Mas.”
“Kamu mau tahu kenapa? Biar saya beri tahu alasannya. Sekalian juga saya sampaikan ini ke Pepen, biar kalian berdua sama-sama mengerti.”
Hot Chapters