Aku Istri Kekasih Sahabatku
"Makasih ya, sudah mengingatkan aku tentang cara menegur orang. Mungkin aku memang salah tempat saat menegur. Tetapi niatku sama sekali bukan ingin mempermalukan Utami. Aku juga akan terus menegur kesalahannya. Karena dia sahabatku. Andaikan Utami itu orang lain, aku tak mungkin sibuk mengurus kesalahannya. Beda antara kesalahan dan kelemahan, Eka. Kalau kesalahan, ya, harus di perbaiki. Kalau kelemahan, wajib untuk dimaklumi."
Aku rasa Eka paham maksud perkataan ku. Setelah lama bercerita-cerita dengan Eka, tiba-tiba handphoneku bergetar. Ada pesan yang masuk. Ternyata dari staf jurusan.
'Pak Firman baru saja datang. Bagi yang mau meminta tanda tangan, silahkan keruangannya.' aku tersenyum
Hot Chapters