Penyesalan Abang dan Calon Suami
Nelson tidak berani membalas Jivan, tetapi dia malah membalasku, “Carlos itu abang kandungmu. Apa perlu kamu panggil orang luar untuk mengancamku? Bukannya aku hanya fitnah kamu sekali waktu itu? Kenapa kamu malah mengingatnya sampai sekarang? Jangan lupa, aku itu calon suamimu.”
Tatapan Jivan tertuju ke diriku. Aku pun berkata dengan tegas, “Eits, kamu itu mantan calon suamiku. Kami sudah mengakhiri perjanjian pernikahan kami pada tiga tahun lalu. Nggak masalah. Meski kamu nggak ngomong, bakal ada yang ngomong, kok.”
Aku menunjuk salah seorang anggota tim juri sebelumnya, lalu menyuruhnya untuk menceritakan ulang kronologis cerita tiga tahun silam.
Hot Chapters