Petaka Mendua
"Apa? Aku keterlaluan? Nggak kebalik, mas. Kurang sabar apa aku? Selama ini kamu bersikap seenaknya. Seolah, aku patung yang tidak memiliki perasaan, jadi kamu tidak perduli dan berlaku sesukamu."
"Apa maksudmu?" tanyanya, dengan mata menatap tajam.
"Coba kamu jadi aku! Aku bersenang-senang berfoto hangat bersama mantan istri layaknya keluarga bahagia. Dan kamu, kuabaikan begitu saja, bagaimana rasanya? Hah."
Mas Yusuf terdiam, namun wajahnya menatap datar kepadaku.
"Kamu ingat, mas. Penyesalan itu selalu datang di akhir, jangan sampai, kamu menyesal untuk yang kedua kalinya."
Hot Chapters