Penyesalan Setelah Poligami
Aku menatapnya melalui pantulan cermin aku peluk tubuhnya dari belakang.
"Aku paham siapa istriku, apa kamu lupa kalau kita menikah sudah lama. Tidak mungkin aku tidak paham siapa kamu, Sayang," ucapku lembut.
"Aku sangat mengingatnya, Bang. Kita sudah menikah lama namun kamu memasukan wanita lain dalam hatimu. Sangat ingat, bahkan masih terngiang dengan jelas bentakanmu saat aku menelpon dulu dan di belakangku ada suara manja memanggilmu. Aku belum bisa melupakan itu, Bang. Terimakasih kamu sudah kembali seutuhnya sama kami, tapi disini masih ada rasa sakit menggangga dan belum bisa bersikap seperti dulu. Tapi aku juga tidak mau di laknat sama Allah karena mengabaikan suami. Tolong bantu ak