Under His Darkness
Kiranya mereka sudah merasa terpojok hingga membuat mulut mereka mengeluarkan banyak kata bernada negosiasi, nama, uang, jaringan, hingga janji-janji yang sudah basi bahkan sebelum selesai diucapkan.
Damian mendengarkan tanpa memotong sedikit pun. Dia bahkan tidak terlalu mengintimidasi saat harus berhadapan dengan mereka yang kini berdiri dengan kaki gemetar. Namun, begitu mereka selesai bicara, Damian akhirnya melepas tertawa kecil seperti orang yang baru saja mendengar lelucon lama.
“Menarik,” ucap Damian. “Kalian masih berpikir ini soal tawar-menawar.”
Hot Chapters