SELALU SALAH
ku palingkan wajahku untuk menutupi rasa malu.
"Kali aja kan belum puas, Yang."
"Hem, dasar!"
"Apa, Yang?"
"Gak."
Tak terasa, kami sudah tiba di tempat tujuan, wisata Paralayang. Pengunjung tidak terlalu banyak, karena mungkin masih pagi.
"Bagus ya pemandangannya, bikin romantis."
"Lebih bagus lagi kalau kita coba terbang, Yang," Mas Adit merayu lagi.
Hot Chapters