Jatuh Miskin Karena Selingkuh
Aku pun mengenali wangi ini sebagai wangi dari parfum termahal yang pernah dijual di toko parfum—tempatku dulu pernah bekerja.
“No, thanks,” jawabku. Masih merasa harus membatasi diri dengannya. Setelah Rey mencumbu bibirku tadi, aku perlu menjaga perasaanku sendiri.
Ya, kuakui Rey memang cool, tampan dan macho. Ia bak seorang sosialita muda yang bergelimang harta. Terbukti parfum seharga lima puluh lima juta saja, mampu ia beli. Padahal, aku tak menggajinya sebanyak itu.