Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAU SESALI USAI KU PERGI

KAU SESALI USAI KU PERGI

Rizka Fhaqot
Apa yang kau rasakan ketika kesalahpahaman memisahkanmu dari orang yang kau cintai?  Itu pula yang Akbar rasakan. Ia harus menelan sesal ketika tahu jika istrinya yang berselingkuh hanyalah korban fitnah.  Cinta yang begitu besar membuat hatinya patah. Lebih lagi ketika ia kembali dipertemukan dengan Rumi—mantan istrinya, namun Rumi selalu menghindar karena luka hati sebab kata talak.  Mampukah Akbar meyakinkan Rumi untuk rujuk? Ataukah Rumi lebih memilih untuk tetap tinggal pada  hati lain yang tulus mencintainya? 
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Di hari acara pernikahan, tunanganku dan adik perempuanku, Laura Kusuma berhubungan seks di ruang istirahat dan tertangkap basah di tempat. Aku menjadi bahan tertawaan seisi ruangan. Dulu kekasih masa kecilku, Carlos Luke, malah melamarku di depan umum dan melindungiku dengan cara yang mencolok. Setelah menikah, dia sangat patuh kepadaku. Sayang sekali dia tidak bisa melakukannya dan kehidupan seks tidak berjalan lancar. Sampai tahun ini aku baru hamil setelah menjalani program bayi tabung. Setelah itu, dia semakin memperhatikanku. Aku pikir dialah takdirku. Sampai hari itu, aku mendengar percakapannya dengan temannya. “Carlos, kamu sungguh kejam, Nadya Kusuma begitu baik padamu, bagaimana b
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi

Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi

Selama kami berpacaran di masa kuliah, Thomas Bakri membawa dua porsi sarapan setiap hari. Satu untukku, satu lagi untuk teman sekamarku, Shinta Kirana. Namun, sarapan yang Thomas belikan untukku selalu sama, yaitu roti dan bubur. Sedangkan sarapan untuk Shinta tidak hanya bergizi, tetapi menunya juga selalu berbeda. Bahkan saat ulang tahunku, Thomas menyiapkan dua hadiah. Hadiah ulang tahunku hanya empat lembar kartu ucapan sederhana. Sedangkan untuk Shinta, Thomas menyiapkan tiket konser, foto kreasi DIY berhiaskan manik-manik berlian kecil, gaun putih bak dalam dongeng, dan sebuah cincin seukuran jari kelingking. Hingga hari wisata kelulusan, kami bertiga tiba di stasiun. Thomas dan Shint
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)

Pusparani Surya
Menjadi anak yang berbakti dengan menjadi tulang punggung keluarga saat Yahya --sang ayah sakit, berubah setelah Tari menikah dan meninggalnya sang ibu. Kedua orang tua Tari sakit parah. Mendiang ibunya, Ratna, meninggal setelah enam tahun menderita gagal ginjal yang harus membuat wanita paruh baya itu cuci darah setiap dua minggu sekali. Sedang Yahya mengalami stroke, setelah dipecat dari perusahaan sepatu tempatnya bekerja selama puluhan tahun. Tari sebagai anak sulung, akhirnya menggantikan peran sang kepala keluarga membiayai semua kebutuhan keluarga. Sayang, setelah menikah, justru si anak berbakti itu dengan tega mengusir ayahnya yang bahkan belum sepenuhnya sembuh dari sakitn
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Ayahku Berkhianat, Kubawa Pergi Ibuku

Ayahku Berkhianat, Kubawa Pergi Ibuku

deaubepine
Pulang dari perang untuk menjemput ibunya dan membawa pergi menjauhi sang ayah yang telah mengkhianati. Akan tetapi, sesampainya di sana yang ia temui adalah tubuh dingin ibunya disertai tangisan oleh para pelayan. Setelah memakamkan ibunya ia tertidur di kamar sambil mengenang memori tentang wanita yang telah melahirkannya. Namun, ia kaget ketika terbangun mendapati tubuhnya mengecil. Ia pun tersadar bahwa ternyata dirinya telah kembali ke masa kecilnya diumur 5 tahun. Melihat adanya kesempatan ia pun memanfaatkannya agar dapat menyelamatkan ibunya dari kematian.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Di Hari Nikah, Aku Pergi

Di Hari Nikah, Aku Pergi

“Nona Liana Tandra, kami telah menyiapkan mayat yang persis sepertimu sesuai permintaan Anda. Sepuluh hari kemudian, kami akan mengirimkannya ke pernikahanmu dengan Tuan Hansen Gunadi.” Setelah mendengar jawaban dari staf di telepon, ketegangan Liana selama berhari-hari akhirnya sedikit mereda. “Baik, terima kasih.” “Sama-sama, ini memang pekerjaan kami. Anda tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang curiga dengan mayat ini.” Setelah mendapatkan jaminan, Liana menghela napas lega. Kemudian dia memastikan lagi rincian pengiriman mayat dengan staf, dan menutup telepon lalu masuk ke dalam ruangan VIP. Ruangan VIP yang awalnya berisik, seketika semua orang terdiam saat melihatnya masuk.
28.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Gadis Luka Tanpa Cinta

Gadis Luka Tanpa Cinta

Cicilia Fajar J
Memori beberapa waktu lalu terputar di kepala Lova. "Semua orang benci sama Lova." "Kenapa?" "Karena Lova tukang ngadu." Mata Lova terpejam dengan bibir bawah bergetar. "Lo jangan mati!" teriak Lova histeris. ***** Seorang pria dengan topi biru tersenyum, "Gue kembali, Senja." "Lo sedikit terlambat."
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Saat kandunganku memasuki bulan kelima, Dion Sudarma sudah empat bulan berturut-turut tidak pernah menemaniku kontrol kehamilan karena cinta sejatinya yang belum bisa dia lupakan. Bahkan hingga pemeriksaan yang kelima, dia tetap mengingkari janjinya. Suaranya terdengar dingin dan penuh kekesalan dari balik telepon. "Anak itu bukan cuma tanggung jawabku. Kamu ibunya, jadi wajar kalau kamu yang lebih banyak berkorban. Memangnya kalau aku nggak ada, dia bakal mati?" Aku tidak menjawab. Pandanganku tertuju pada layar di rumah sakit yang sedang menayangkan dirinya tersenyum begitu lembut kepada Vivian Janitra. Aku hanya menggumam pelan. "Hm." Sepertinya Dion menyadari ada yang tidak beres dengan
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
7 Hari Setelah Ibu Pergi

7 Hari Setelah Ibu Pergi

Setelah tujuh hari kematian ibu, suasana rumah berubah mencekam. Suara rintihan kerap kali terdengar dari kamarnya. Aku pun melihat, ibu sedang membenturkan kepalanya ke jalan. Ada apa dengan kematian ibu?
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Cinta Habis Tanpa Bekas

Cinta Habis Tanpa Bekas

Ibu tiba-tiba sakit parah. Sebelum operasi, dia menggenggam tanganku erat, memintaku untuk segera memanggil Yohan Lukmana, karena ada hal yang ingin dia sampaikan. Aku terus-menerus menelepon Yohan di luar ruang operasi, tapi tak satu pun yang diangkat. Hingga akhirnya dokter keluar, menggeleng pelan ke arahku dengan wajah penuh penyesalan. Semua ketegangan yang kutahan selama ini akhirnya hancur berkeping-keping. Tiba-tiba, panggilan itu tersambung, tetapi yang menjawab justru Sierra Suwandi. "Kak Inge, Guru minum kebanyakan gara-gara bantu aku ngadepin orang tua yang maksa nikah." "Kalau ada perlu, bilang ke aku aja." Aku menatap jenazah ibuku, suaraku terdengar dingin. "Tolong bilang ke Y
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status