Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Safira tidak pakai basa-basi bicara. "Saya minta maaf, Bu. Tidak ada maksud saya tidak sopan. Saya tahu saya salah karena pergi tanpa pamit. Situasi saat itu membuat saya panik, Bu. Saya tidak berpikir panjang." Mentari merasa sangat tidak enak. Tidak seharusnya dia pergi begitu saja. Pasti sempat kacau karena satu pegawai hilang tiba-tiba.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

"Maaf, aku tidak pamit." "Bukan masalah pamitnya, Soni, tapi alasannya? Kamu belum sehat benar, masih butuh perawatan, tapi main pergi-pergi saja. Kenapa? Apa karena masalah biaya?" Soni diam seraya menunduk dalam. Aku mengangkat dagunya dengan jari-jari tanganku hingga pandangan kami bertemu. "Bukannya kamu sudah janji akan selalu bercerita denganku? Kenapa, kali ini tidak?"
10499.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

tambahnya. "Nanti, apa kau akan pulang ganti baju dulu?" tanya Nico. Jessica mengangguk. "Tidak, aku hanya memakai baju ini saja, ucapnya." "Apa tidak seharusnya pakai baju kondangan?" "Tidak perlu," kata Jessica, "aku sudah terbiasa datang ke acara pesta dengan pakaian apa saja." Malam pun tiba dan Jessica langsung menarik tangan Nico untuk ikut dengannya. Nico pun patuh pada permintaan Jessica dan ikut pada wanita itu.
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Pemuda itu hanya datang karena ingin pamit keluar. “Jangan pulang sebelum Magrib!” kata Tante Sarah. “Aku Sholat di Masjid, Ma. Aku pergi dulu. Assalamu alaikum!” pamit Abizar. Lantas pemuda itu mencium punggung tangan Ibunya. Saat melewati ku, dia melayangkan tatapan yang terlihat seolah sedang jijik padaku. Aku balas dengan mendelik padanya meski Abizar tetap melengos begitu saja.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
JANGAN PERGI BUNDA

JANGAN PERGI BUNDA

“Oh ya mas, kapan mas mau ke Tegal, ke villa bapak?, tanya Harti lagi. “Kapan yah, masalahnya ke luar kota harus ada sangunya, aku ngga pegang uang,” Radit memberikan alasan pada istrinya. “Kalau mas bersedia ke sana, bawa saja ATM Harti,mas bisa ambil uang untuk keperluan selama di perjalanan,”Mendengar ucapan istrinya wajah Radit langsung sumringah. “Enaknya kapan ya dek, apa besok pagi sehabis sholat shubuh, agar lebih cepar sampai di sana”Radit meminta pertimbangan istrinya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Jangan Salahkan Aku Pergi

Jangan Salahkan Aku Pergi

tanya Mer. "Kamu ngga pake make up dulu?" Bukannya menjawab pertanyaan Mer, Arga malah kembali bertanya kepada Mer. "Nanti Tuan akan terlambat meeting kalau saya dandan dulu, Tuan." Mer menolak berdandan, karena dia memang jarang sekali berdandan. "Oh," jawab Arga. Dia suka Mer yang apa adanya, bahkan saat akan bertemu klien penting pun dia begitu percaya diri tanpa kedok bedak tebal di mukanya.
1016.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Yang Tidak Pernah Sampai

Yang Tidak Pernah Sampai

“Tapi... Kok rasanya ada yang kurang, gitu.” Akhirnya, pemuda itu memilih untuk mengabaikan kegelisahannya. Ia mematikan laptop, mengambil ponsel, dan mulai beranjak menuju kasur meski sebenarnya ia belum beranjak untuk tidur. “Oh iya!” soraknya. Kali ini agak keras, “Biasanya kalau masuk sekolah atau universitas gitu, pasti ada grup chat biar penyebaran informasi lancar. Kok, gue belum sama sekali masuk grup chat, ya?!”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Dia berkali-kali minta maaf padaku, mungkin ia tak tega menolakku. Aku tersenyum pasrah, sudah kuduga pasti bu Sumi takkan bisa membantuku, lalu aku berpamit pada bu Sumi untuk pulang, aku memutuskan untuk pulang karna aku sudah tidak punya harapan pada siapapun. " Terimakasih dan maaf ya bu sekali lagi jika aku menganggu, aku pamit pulang dulu. Assalamualaikum " " Waalaikumsalam "
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Semakin dia berbicara, tangisannya semakin kencang. Saat pertama kali pergi ke luar negeri, memang hidupnya sangat bebas dan menyenangkan. Dengan penampilannya yang cantik, dia memiliki beberapa hubungan ambigu dan mereka semua bersedia menghabiskan uang untuknya. Bahkan ketika dia berbuat salah, selalu ada yang membantunya membereskan. Namun, seiring berjalannya waktu, entah sejak kapan, orang-orang di sekitarnya satu per satu meninggalkannya.
8.9128.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Lupa Cara Pulang

Lupa Cara Pulang

“Aku ingin kembali. Aku ingin semuanya seperti dulu…” Wanita itu tersenyum makin lembut. “Kalau begitu… tinggal saja di sini bersama Mama.” Rey menutup mata. Menarik napas panjang. Lalu ia membuka mata dengan tekad baru. “Maaf, Ma… tapi aku harus pergi.” Wanita itu berhenti tersenyum. Wajahnya retak seperti kaca pecah. “Tidak… Aldi… jangan tinggalkan Mama lagi…”
920 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status