Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Berpisah Untuk Kembali

Berpisah Untuk Kembali

lanjut Sukma. "Mas Alga dalam kondisi antara hidup dan mati, Mbak. Kini Mas Alga hanya bergantung pada mesin saja. Sempat papa Mas Alga ingin menyerah dan mengikhlaskan Mas Alga pergi, karena kasihan melihat kondisi Mas Alga. Tapi Mbak Anggi tidak setuju, beliau masih optimis bahwa Mas Alga bisa hidup kembali seperti sedia kala. Dokter menyarankan mungkin dengan Oksitosin dapat membuat Mas Alga sadar. Pada saat itu juga kedua orang tua Mas Alga meminta semua anak buahnya mencari Mbak Hana, mereka percaya dan yakin kalau kehadiran Mbak Hana bisa memberikan semangat hidup untuk Mas Alga. Kami sudah mencari Mbak Hana ke Semarang ke rumah Mbak Hana, tapi kata tetangga Mbak Hana, Mbak Hana pindah
102.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as perished
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Telinga mereka berdengung, dunia seolah berhenti sejenak. Saat debu mulai mengendap, mereka perlahan membuka mata. The Core telah hancur. Kabel-kabel hitam itu terbakar, runtuh bersama mesin utama. Dan Dr. Marek... tubuhnya separuh hancur, berdiri limbung sebelum akhirnya jatuh ke lantai, mati untuk selamanya. Kaela terbatuk keras, mencoba bangun. Elio merangkak mendekat, wajahnya penuh luka, tapi masih hidup.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as perished
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Ia menatap horizon dengan mata kosong, tombaknya tertanam di tanah, bukan sebagai senjata, tapi sebagai penanda kubur bagi waktu yang tak bisa dikubur. “Dia berhasil, kan?” Suara Meliora pelan, nyaris seperti angin. Ia berjalan perlahan, gaunnya berkibar tertatih, robek oleh perang, tapi masih mengusung sisa keanggunan. Taran tidak menjawab. Hanya mengangguk sekali. Tapi dalam anggukan itu ada pengakuan yang pahit: Seraphine tidak mati—tapi dia tidak kembali. Ia menjadi fondasi dari segel abadi, simpul yang memisahkan dunia nyata dari kehampaan.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as perished
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.9K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as perished
Read
+Library
Zurvive

Zurvive

11 juni 2014 04 : 27 wib Terminal Joyoboyo, Surabaya POV : Penulis (Narator) Fiki, Arul, dan Mifta melanjutkan perjalanan, dan masuk ke dalam terminal Joyoboyo, untuk mencari bantuan agar bisa menolong teman mereka Angga yang tenggelam di sungai berantas. Mereka tercengang akan pemandangan di dalam area tempat evakuasi. Semua telah di hancurkan, potongan tubuh dan organ dalam manusia berserakan, darah pun berceceran, dan juga banyak sekali bekas cakaran yang cukup besar. Mereka sempat menduga ada sesuatu lain yang menghancurkan tempat tersebut. Terlihat juga banyak sekali bekas tembakan di mana-mana, mungkin para penjaga di sini, berusaha untuk mempertahankan tempat ini dari sesuatu, namun g
103.3K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as perished
Read
+Library
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Di lokasi ini banyak jenazah pendaki yang dibiarkan begitu saja karena biaya untuk evakuasi sangatlah mahal. Beberapa penyebab kematian antara lain adalah hipotermia dan edema atau kelebihan cairan di paru-paru, hipoksia, suhu dingin yang terlalu ekstrem hingga badai salju dan gangguan kesehatan lainnya. "Wow....is wonderful..." Hanny berdecak kagum. "Sangat bagus Kak Hanny, menyegarkan mata..."
103.3K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as perished
Read
+Library
HURT

HURT

Di belakang gadis itu, matahari perlahan terbenam. Menakjubkan. Indah. Kata-kata itu mungkin tak cukup untuk melukiskan apa yang tengah disaksikan Joon. Ia meraba-raba ponsel di saku celananya dan ketika menariknya keluar, ia mendesah kecewa. Ia lupa kalau sejak satu jam yang lalu ponselnya mati karena kehabisan baterai. Sayang sekali, padahal ia ingin sekali mengabadikan pemandangan indah itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as perished
Read
+Library
Exit

Exit

April menoleh kepadaku, berbisik, menekankan setiap katanya, menahan kesal. “Ya, aku pikir benda mati nggak bakal bisa lari kemana-kemana,” balasku asal-asalan, suaraku gemetar. April memutar bola mata, melepaskan pegangan tanganku, aku hanya diam mematung kaku.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as perished
Read
+Library
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

"Aaaaaa ... " Gedebuk ... bruk ... ugh ... Surti menjerit karena kesakitan. Namun dia segera berdiri dan berlari dengan memegang kembennya takut melorot. Tanpa ia sadari selendangnya terlepas dan terbawa angin hingga jatuh di dekat kaki Azada.
9.9125.1K viewsCompletedAdded to Library 5.0K Times as perished
Read
+Library
WITHERED

WITHERED

Kehadiran Arga memang bisa memberi sedikit warna pada kesuraman rumah yang tak lagi memamerkan tawa ataupun warna, selain kelabu. "Tawa?" Ucap mbok Iyah menatap potret keluarga berisi sepasang suami istri dan putri mereka. Gadis kecil yang tumbuhnya ia temani, dampingi, dan lihat. Bahkan, setelah pemilik rumah mati karena pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di tengah laut tanpa satu orangpun ditemukan, baik jasad ataupun sisa-sisa tubuhnya.
1023.9K viewsCompletedAdded to Library 742 Times as perished
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status