Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LEAK

LEAK

teriak salah satu dari mereka. Dengan cepat Arjuna berlari dan melompat meninggalkan taman tersebut. Menyelinap di antara pepohonan yang ada di sekitar sana. Tanpa memperdulikan dua orang berseragam satpam yang baru saja tiba sambil terus menyenteri sekeliling taman. "Pasti yang tadi itu leak. Tidak mungkin manusia biasa. Karena cepat sekali menghilangnya."
103.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as slipping through
Read
+Library
Greedy

Greedy

Benar-benar seperti saudara Spiderman. "Woy, jangan kabur!" teriak Rey. "Ck, sial!" kesalnya. "Astaga, gerbang!" Rey berlari menuju gerbang dan sepertinya pria itu hilang ditelan bumi. Bagaimana caranya ia lolos? Apakah dia punya ilmu menghilangkan diri? "Bodoh! Lewat mana dia pergi!" Rey mengacak-acak kasar rambutnya. "Ada apa, Pak?" tanya satpam yang menjaga di sana.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as slipping through
Read
+Library
Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Koper yang muatannya lebih berat darinya diangkat ke lantai tujuh dengan mudah. Sebelum pergi, Joseph melepas topi Lisa sambil tersenyum tipis. "Kamu begitu cantik, kenapa terus menundukkan kepala?" Saat itu, jantung Lisa berdebar kencang. Mereka pun saling bertukar kontak. Dalam beberapa waktu berikutnya, Lisa sering bertemu dengannya di berbagai kesempatan. Berlari sejauh 3.000 meter di lintasan lari dengan penuh semangat, melemparkan bola tiga poin dengan gaya bebas di lapangan basket dan bertemu di setiap sudut tangga ....
8.2K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as slipping through
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

gerutu Siska menyenggol sikut Runi. "Udah, nanti kalau Lo udah betah dan udah terbiasa di kota keras ini, Gue bakal ajakin Lo tanpa Lo minta, kok." jawab Runi melempar senyum. Siska pun melempar senyum dan kembali berjalan mengiringi Runi, karena kesulitan berjalan sebab sepatu yang ia pakai, membuat Siska memutuskan untuk melepaskan sepatunya dan membuangnya ke selokan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as slipping through
Read
+Library
LEAK

LEAK

Kamar dalam keadaan porak poranda serupa kena angin puting beliung, tirai jendela berserak di lantai, lemari bergeser dari posisi semula setengah miring tertahan dinding, seprei lepas dari kasur, koran beserta barang lain yang semula di atas meja, berserakan di lantai. *** Jejak Kaki: *Leak: Siluman jejadian dari amalan sebuah ilmu yang disesatkan. *Gayatri Mantram: Doa permohonan yang terdapat dalam kitab Veda. *Sang Hyang Widhi Wasa: Tuhan YME. *Dadong Canangsari: Nenek Canangsari. *Canangsari: Perlengkapan sembahyang, berupa wadah janur berisi bunga, buah dll.
9.916.7K viewsCompletedAdded to Library 434 Times as slipping through
Read
+Library
Passed By You!!!

Passed By You!!!

pamitku lalu keluar dari ruangannya. ~~oo~~
108.5K viewsOn holdAdded to Library 256 Times as slipping through
Show Reviews (29)
Read
+Library
Key Nara
pertama lihat blurb, penempatan katanya mantul. Narasi yang digunakan penulis juga gak bikin pembaca bosan. Konflik utama sepertinya bakal belibet, ini yang jadi daya tarik terbesar sepeetinya. Semangat teruss, kak. lanjutttt......
Sheillya Pradina
Thank's kk yg udah baca smpai udah 1k aja nih wkwkwk, kmrin juga sempat masuk di pilihan editor. ~untuk mendukung cerita ini beri rating nya dong kakak² biar bisa semakin semangat updatenya. Dan dukung cerita ini yahh dengan cara memberi vote...️...️...️
Read All Reviews
Setelah Melepasmu Pergi

Setelah Melepasmu Pergi

Bab 41 PoV Maharani Aku pergi dengan membawa hati yang penuh luka. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis saja, menyesali semua yang sudah terjadi. Ya, aku menyesal. Menyesal karena telah grusah-grusuh menentukan pilihan yang kini berakhir luka. Meskipun menyesal, aku berusaha untuk selalu mencari sisi positif dari apa yang terjadi ini.
1018.5K viewsCompletedAdded to Library 536 Times as slipping through
Read
+Library
Terjerembap dalam Pelarian

Terjerembap dalam Pelarian

Kata-kata itu menusukku seperti jarum kecil yang tak henti-hentinya, nyaris tak terlihat, tetapi cukup tajam untuk menancap jauh di dadaku. Aku tak punya kekuatan untuk mencabutnya, tak punya cara untuk meredakan rasa sakit itu, membuat rasa sakit itu tetap ada di dalam dadaku. Lembut tetapi terus-menerus, menggerogoti perlahan. Sarah mengepalkan tangannya ke samping, mendekat dengan langkah hati-hati dan penuh pertimbangan. “Rangga... ada apa? Kamu tak pernah kehilangan kesabaran padaku,” gumamnya, suaranya lembut tetapi tegas.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as slipping through
Read
+Library
Exit

Exit

Awas saja nanti, akan kutarik pita suaramu agar tidak bisa menyanyi lagi. Demi melihat wajah bingung campur kesalku, Laura mulai menceritakan awal kenapa ia bisa oleng, menabrak meja ku, dan menyenggol lengan, menumpahkan tea jus yang belum sempat masuk ke kekerongkongan yang dehidrasi ini. Selagi Laura berdongeng, aku yang mendengarkan dengan raut muka betapa bodohnya diriku. Suara kegaduhan di luar sana berangsur tidak terdengar lagi, bentakan hebat memekakan gendang telinga itu sudah tidak ada, tapi aku belum mendengar langkah sepatu hak hitam standar April yang memasuki toilet. Untuk kesekian kali, aku melihat ketrampilan April yang bisa berlari ke luar kantin dengan sepatu hak standart,
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as slipping through
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status