Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Merasa terganggu dengan desakannya, Joana pun dengan kejam memberitahunya, “Aku sudah mengkremasi dia dan bayinya. Abunya sudah ditaburkan ke laut. Kamu nggak akan pernah bisa melihat mereka lagi.” Rizky mengamuk seperti binatang buas, “Bagaimana bisa kamu melakukan itu?! Bagaimana bisa?!” Joana pun tersenyum sinis dan berkata, “Kamu bahkan nggak menghargainya saat dia masih hidup, sekarang malah berpura-pura mencintainya saat dia sudah meninggal? Biar dilihat siapa, sih? Dengarkan baik-baik, ini adalah permintaan terakhir Tania. Dia sudah muak dengan keluarga menjijikkan seperti kalian, yang berulang kali meninggalkannya. Emangnya kamu pantas untuk menemuinya?”
12.0K viewsCompletedAdded to Library 385 Times as perished
Read
+Library
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Pandanganku menggelap, lalu aku pun jatuh ke lantai. Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran, aku masih sempat mengingat kata-kata terakhir yang diucapkan Mark tadi. "Karen, akhirnya kamu berakhir semenyedihkan ini." Menyedihkan ya? Di kehidupan selanjutnya ... tidak akan lagi. Phil berjuang keras untuk menyelamatkanku kembali. Tubuhku sudah benar-benar tak kuat. Aku pun merasa tidak enak hati karena merepotkan Phil sampai sejauh ini.
10.9K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as perished
Read
+Library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Tak sampai seminggu, Penny benar-benar tak sanggup lagi. Dengan rambut kusut dan tubuh lusuh, dia meringkuk di sudut ruangan. Lalu tiba-tiba sadar akan satu hal, Lisa sudah mati. Selama dirinya mau mengakui kesalahan, selama bisa mendapat maaf dari mereka, dirinya masih punya peluang. Selama dirinya bisa bertahan hidup, semua hak dan kekuasaan itu lambat laun akan kembali jadi miliknya.
8.7K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as perished
Read
+Library
Kepergian yang Terkubur di Musim Dingin

Kepergian yang Terkubur di Musim Dingin

Saat acara makan malam amal tahunan memasuki sesi pemberian penghargaan, pembawa acara tiba-tiba menggandeng sepuluh anak kecil naik ke atas panggung. "Hari ini, masih ada satu penerima penghargaan khusus. Beliau meninggal karena kecelakaan, tapi sebelum mengembuskan napas terakhir, beliau mendonorkan seluruh organnya dan menyelamatkan nyawa anak-anak yang sedang berdiri di samping saya saat ini." Di barisan paling depan, putra sulung Keluarga Sudibio yang mengenakan setelan jas lengkap mencibir, "Entah siapa orang bodoh itu. Sudah mati pun masih mau cari nama baik." Di sampingnya, sang ibu, Patricia Inggara, memasang wajah penuh iba. "Tubuhnya saja sudah nggak lengkap. Bagaimana dia bisa be
1.0K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as perished
Read
+Library
DEATH

DEATH

Mereka sudah melakukan berbagai cara agar berhasil menggunakan sihir setidaknya satu kali. Banyak cara telah mereka lakukan tetapi tidak ada yang berhasil. Mereka sudah mulai ingin menyerah tetapi nyala semangat mereka selalu membara ketika melihat waktu yang terus saja berkurang bahkan mereka sekarang sudah terbiasa dengan kematian. Kematian memang menyakitkan pada awalnya dan membuat mereka stres tetapi setelah kematian ke sepuluh mereka sudah mulai terbiasa. Sementara itu Merlin melihat dari kejauhan memandangi mereka dengan senyuman yang menakutkan. Kalau saja Zyu melihat Merlin tersenyum ke arah mereka ia pasti akan mengumpat dengan keras.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as perished
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

SIDE OF ANDIRA Pagi ini kelasku dihebohkan dengan mawar putih yang sudah membusuk di tas Nevan, tidak ada yang berani mengambilnya, mereka hanya berbisik-bisik siapa seseorang yang menaroh mawar itu ditas Nevan.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as perished
Read
+Library
RATU YANG HILANG

RATU YANG HILANG

Ray merintih, suaranya tercekat oleh rasa sakit. Sadam Bhisma hanya tertawa dingin. "Terlambat untuk menyesal, Ray! Nikmatilah kematianmu!" Serigala-serigala itu semakin beringas, merobek-robek daging Ray tanpa ampun. Jeritannya perlahan melemah, berganti dengan suara raungan binatang buas yang sedang menikmati mangsanya. Sadam Bhisma dan Bram menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan kepuasan. Bagi mereka, itulah balasan yang setimpal bagi seorang pengkhianat.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as perished
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Ia belum ikhlas melihat kedua orang yang amat ia cintai pergi dengan cara seperti ini. Satu demi satu para pelayat pergi dari area pemakaman. Kini yang tersisa hanya Alisya dan beberapa asisten rumah tangganya. Aura sudah lebih dulu pulang, karena dikhawatirkan tidak sadarkan diri lagi. "Ayo, Non, kita pulang," ajak Bi Irah seraya memegang kedua bahu anak majikannya itu. "Bibi pulang duluan aja. Aku mau di sini sebentar lagi," ujar Alisya dengan pandangan kosong.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as perished
Read
+Library
Mercusuar

Mercusuar

"Yan! Si Radit." Radit?" Brian berpikir sejenak, lalu muka datarnya segera bersinar. "Radit, Si Banci?" Aku mengangguk kecil ke tatapannya. "Kenapa dia?" "Mati." "Mati? Maksud lu?" tanyanya bingung. "Iya. Mati. Dia mati." Brian masih memandangku dengan penuh bertanya-tanya. "Mati gimana? Maksud lu, beneran mati?"
104.7K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as perished
Read
+Library
BIDADARI YANG HILANG

BIDADARI YANG HILANG

Bergegas aku melakukan pencarian seorang diri saat tahu mobil itu jatuh ke bawah jembatan. Beberapa saat setelah kecelakaan, aku menemukan Allea di tepian air yang mengalir. Dia berada di antara semak-semak dan bebatuan yang jaraknya sedikit jauh dari lokasi kejadian. Dia hanyut terbawa aliran air yang cukup deras. Hancur sekali saat melihat cairan merah Allea bercucuran. Segera kubawa dia pergi dari sana.
5.0K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as perished
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status