Exit
Susah ditebak.
“Kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku. Kamu kenapa? Bilang saja, tidak apa-apa.” April bertanya tenang ke siswi perempuan itu, kepalanya masih menduduk meski bibirnya yang menekuk terlihat jelas dari posisiku berdiri. Aku sempat berpikir, apa dia tidak merasakan pegal di lehernya? Menduduk selama beberapa menit? Aku bergirik ngeri, menengadahkan kepala karena rasa pegal menjalar karena aku memikirkan itu.
“Oke kamu butuh waktu. Kamu tenangin diri dulu di dalam, basuh air matamu itu.”
Hot Chapters