Rujak Pedas di Muka Istriku
“Lalu kamu mau menuliskan itu di bukumu?”
Ana merenung, lalu matanya berkaca-kaca. “Kasihan ya, Yah. Berpuluh tahun si Bapak mencari nafkah untuk anak-anaknya. Pergi pagi-pulang malam. Ana yakin, dalam perjuangan itu banyak tantangannya. Kelelahan, kesakitan, belum lagi pertikaian dengan orang lain. Ana, baru ke luar saja, pikiran sudah mumet karena melihat begitu banyak kendaraan, belum lagi macet dan sebagainya. Itu dilakukan berpuluh-puluh tahun, demi keluarga bisa hidup layak. Lalu setelah tua dibuang. Mungkin si Bapak tidak terlalu dekat dengan anak-anaknya, tapi kita tidak tahu bagaimana perjuangan hidupnya untuk menafkahi anak-anak. Nyawanya dipertaruhkan setiap hari. Ana akan menulis