KKN Di Desa Metanoia
Hembusan napas yang didengarnya benar-benar diabaikan meski perasaan tidak enak menggelora di dada, Vina tetap pada pendiriannya untuk menyelesaikan pertolongan pertama berdasarkan pemahamannya.
Menutup luka dengan kapas dan dibalut kain kasa pun dilakukan, sudah tidak banyak darah yang keluar dari luka dan tanda kehidupan dari korban masih Vina dapatkan, "permisi ... permisi," kata seseorang menerobos masuk ke dalam tenda bersama dua orang lainnya, "kami petugas kesehatan, sudah diberi pertolongan pertama?"
"Iya, sudah saya hentikan sebentar aliran darahnya," jawab Vina dengan wajah bangganya, berbanding terbalik dengan senior pria yang diabaikannya.