Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mata Elang

Mata Elang

gumam Anthony senang. Pekarangan milik Yasmini cukup luas, dia membuat kandang untuk ternak ayam di kebun belakang rumah. Sebagian lahannya, Anthony membiarkan tanah itu untuk ditumbuhi pohon pisang dan beberapa jenis sayur lainnya. “Mana Sean?? Katanya mau datang ke rumah, padahal dia bilangnya sudah 3 hari yang lalu,” gerutu Anthony. Dari dalam kantong celana Anthony smartphone barunya berdering, orang yang dia pikirkan ternyata sedang menghubunginya.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as Petani
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Hanya kalimat itu yang berulang kali diucapkan Tenri dengan deraian air matanya. “Ayo Sayang, tidak apa-apa, ayo kita pergi dari sini secepatnya.” Pinta Tyo dengan raut penuh duka. “Tyo? Tenri?” seorang perempuan muda dengan perut agak besar tiba-tiba datang menyapa mereka. “Mba Wulan, ibu … Mba.” Tyo tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya mengambil kakaknya dan menyalami punggung tangan perempuan itu.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as Petani
Read
+Library
Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh

Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh

bujuk Casidy. “Papa sedang membantu dengan melakukan peminjaman di bank untuk menutup kekurangan dana yang dibutuhkan. Sebenarnya aku merasa tidak enak dengan hal itu karena melibatkan papa dalam masalah bisnisku, tapi apa boleh buat, keadaanku belum memungkinkan untuk memegang peternakan secara penuh,” jelas Fabio. “Aku yakin Uncle Petra akan mendapatkan uang yang kamu butuhkan sehingga peternakanmu akan kembali normal seperti dulu lagi.”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as Petani
Read
+Library
Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia

Pesona Obsesi dan Dominasi Sang Mafia

Matanya yang sedetik lalu penuh gairah untuk Ana, kini berubah menjadi sepasang mata elang yang dingin dan mematikan. Joy berhenti menyalak, tapi bulu kuduk anjing itu masih berdiri. Dari balik rimbun pepohonan di perbatasan lahan, muncul sesosok pria dengan setelan jas rapi yang tampak sangat tidak selaras dengan lingkungan peternakan yang berlumpur. "Luar biasa, Tuan Besar Obsidian, bermain petani di tanah antah berantah?" suara itu melengking, penuh nada mengejek.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as Petani
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di bawah pohon waru besar, sekelompok penggembala muda duduk melingkar, sementara seorang lelaki tua berdiri sambil menunjuk ke sebuah papan tanah liat bertuliskan gambar sederhana. “Sapi-sapi akan berkembang jika kalian tak hanya memberi makan, tapi juga paham sifatnya. Mereka itu seperti manusia: ada yang keras kepala, ada yang tenang,” ujar lelaki tua itu, Ki Narto, mantan kepala peternak dari lembah selatan. “Kalau rusa?” tanya seorang pemuda, mengangkat alis. “Lebih cepat lari daripada istrimu kalau marah,” jawab Ki Narto sambil tertawa. Gelak tawa pun pecah di antara mereka.
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 512 Times as Petani
Read
+Library
Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik

Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik

"Tapi nanti, kalau aku sudah besar dan kaya raya, aku bisa saja membeli lahan yang jauh dari kota dan beberapa ekor kuda. Aku akan membayar orang untuk merawatnya. Kalau kuda-kuda itu sudah punya anak dan bertambah banyak, aku akan membuka penginpan dan mengundang wisatawan, seperti di peternakanmu ini. Peternakan itu akan kuberi nama Peternakan AW." "Kau membuka peternakan atas nama ayahmu?" celetuk Brandon, usil. Andrew langsung cemberut. "AW itu singkatan dari Andrew White, bukan Alexander White. Aku yang membangun peternakannya. Tentu saja itu harus menggunakan namaku. Tapi tunggu." Alis bocah itu kembali tertaut. Wajahnya mendongak menatap Abigail. "Abi, bukankah peternakan ini punyamu?
103.8K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as Petani
Read
+Library
Criana

Criana

jawabku sambil menyeka air mata. “Oia, aku Faisal Pranata. Panggil saja aku Fai. Nama kamu siapa?” “Namaku Criana,” jawabku. “Nama yang unique,” puji lelaki yang ternyata bernama Faisal itu. Aku tersenyum simpul mendengar pujiannya. Sekilas, aku perhatikan wajahnya. Dia sepertinya sangat cocok menjadi seorang Model atau bahkan seorang aktor. Tubuhnya tinggi tegap, kulitnya putih bersih. Hidung mancungnya berpadu serasi dengan bibirnya yang merah.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as Petani
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Juga masih terawat. Memasuki Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ponsel Mas Adry yang tergeletak tepat d samping tuas transmisi berdering. Lelaki berambut cepak yang masih fokus menyetir itu tak menjawab panggilan. Ia membiarkan saja sampai bunyi nada deringnya berhenti. Aku sempat melirik nama dari si penelepon. "My honey?" "Audi." Mas Adry mengatakan tanpa ragu-ragu.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as Petani
Read
+Library
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

Di area petting zoo, Nathan memeluk kambing kecil sampai kambingnya bingung. “Mamiiii dino!!!” Nathan menunjuk domba. “Itu domba, bukan dino,” timpal Anita. Rex jongkok samping Nathan. “Kalau Nathan bilang dino, berarti dino. Oke?” Anita memukul bahu Rex pelan. “Jangan ngajarin yang aneh-aneh.” Rex tidak peduli. Dia sibuk memotret Nathan yang senyum-senyum melihat kelinci.
1042.5K viewsCompletedAdded to Library 891 Times as Petani
Read
+Library
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

‘Mama’ batin Amelia berbisik. “Halo, maaf, ini siapa, ya?” tanya suara lembut itu lagi. “Saya Amel, Tante. Putrinya Papa. Papa saya Anwar Kurnia. Tante kenal, kan?” “Oh, Pak Anwar … pemilik peternakan ayam pedaging, itu, kan? Iya, saya kenal. Gimana pakan ternaknya, Mbak Amel? Apakah Mbak mau order lagi? Sepertinya baru kemarin Pak Bahrum, asistennya Pak Anwar mengorder pakan lagi. Atau apakah ada masalah pengiriman pakan, Mbak Amel?”
10100.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as Petani
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status