Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Politik Menemui Cinta

Ketika Politik Menemui Cinta

“Kamu jelasin pernyataan kamu sekarang!” “Nanti dulu, Ca,” sergah Pinto. “Saya haus. Ingin minum.” Caca Yunita segera melangkah ke dapur. Dia mengambil dua botol air berkarbonasi, kaleng yang berisi roti, dan plastik yang berisi keripik pedas. Tangannya menyerahkan salah satu botol kepada Pinto. Pinto menerimanya dan meneguknya. Kesegaran menjalari kerongkongannya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as pinto utu
Show Reviews (22)
Read
+Library
Ryandhika Rahman
Drama politik kalau diramu sama konflik yang tepat dan deket sama pembaca pasti bakal gokil sih jadinya. apalagi campur sama romance. Lanjutkan mas, novelnya keren. Jangan kendorin konfliinya .........
Hujan Aksara
Suka bgt bagaimana penulis mendeskripsikan keadaan, dan pemilihan diksinya. Gak kebayang memang jadi Pinto yg karena memang punya privilege sebagai anak president dan seorang anggota DPR, pasti banyak sekali tuntutannya meski hanya untuk sekadar memilih pacar, rumit, sampe dijuluki jomblo karatan🥲
Read All Reviews
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Woro Supriyanto menasihati Pinto. Telunjuk Pinto menggaruk-garuk kepala. “Belajar semacam itu enggak berpengaruh ke Pinto. Pinto tetap paham sedikit. Mungkin Pinto harus makan daging kerbau dari pedalaman Afrika sama kangkung dari Pegunungan Himalaya.” Dia mengekeh. “Kamu jangan bercanda! Kamu harus serius! Harus melakukan anjuran Bapak!” semprot Yeni Supriyanto.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as pinto utu
Read
+Library
U

U

pria itu adalah teman satu sekolahnya dulu. "Hey! Itu bukannya teman satu sekolah denganmu dulu Ren?" Dia yang bernama lengkap Reno Hadi Rudyatmo hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari temannya. "Dia bukannya seorang gay, ya?" Teman baru yang mendengar pembicaraan kedua orang itu, ikut bertanya. "Gay? Maksudnya dia penyuka sesama jenis?" "Iya, benar 'kan Ren? Pria ini 'kan, yang kamu ceritakan waktu itu?"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as pinto utu
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

gumam Kevin. Ada sekotak irisan buah naga, semangkuk soup jagung, sekotak perkedel dan nuget, semangkuk nasi, sebungkus roti cokelat, sebotol mineral dan sebotol susu. Sederhana namun begitu lengkap. Mutia tidak tau harus berkata apa, benar kata Kevin, Alan memang tidak peduli dengan apa yang dia makan walau kini ia sedang mengandung. Mutia mengambil sedikit demi sedikit makanan yang ada dihadapannya. Senyum tipis terbit di bibir Kevin mengamati lahapnya Mutia memakan masakannya sampai habis seluruhnya.
552 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as pinto utu
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

"Becanda kok, Dek. Nih, mas bawain buat Dede Utun!" Mas Adry kemudian menyerahkan sesuatu yang membuatku sukses ngiler. Makanan kaleng khusus TNI atau ransum. Makanan yang kuidam-idamkan semenjak mengalami ngidam. "Makasih ya, Mas!" ucapku terharu. "Adek tunggu sebentar ya, Mas panasin dulu!"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as pinto utu
Read
+Library
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

Namun, makin lama, ibu Ismail menerima Astri setelah wanita itu melahirkan Dafa. Ibu Ismail paling tidak suka dengan orang yang boros dan menghambur-hamburkan uang. Tak perlu membeli makanan enak kalau masih bisa makan seadanya. Dan juga, ia paling benci dengan orang yang suka berutang walaupun dengan keluarganya sendiri. Bagi ibu Ismail, berutang adalah hal yang sangat memalukan.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as pinto utu
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Noda darah segar mengotori telapak tangan kekar sang kepala suku. "Kepala suku nyium baunya dari kotak besi terbuka di pinggir jalan sana. Pejantan kurus yang bawa itu, lari ketakutan pas aku ambil sapi paling gemuk ini. Entah kenapa dia tiba-tiba lari. Tapi baguslah, sekarang kita punya banyak banget daging buat dimakan sampai kenyang!"
10.3K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as pinto utu
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as pinto utu
Read
+Library
Patah

Patah

*** Berssambung [1] Torero : pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. [2] Muleta : kain merah yang diikatkan pada tongkat yang digunakan torero untuk mengganggu banteng dan menyembunyikan pedang
1028.7K viewsCompletedAdded to Library 775 Times as pinto utu
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status