Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Politik Menemui Cinta

Ketika Politik Menemui Cinta

“Kamu jelasin pernyataan kamu sekarang!” “Nanti dulu, Ca,” sergah Pinto. “Saya haus. Ingin minum.” Caca Yunita segera melangkah ke dapur. Dia mengambil dua botol air berkarbonasi, kaleng yang berisi roti, dan plastik yang berisi keripik pedas. Tangannya menyerahkan salah satu botol kepada Pinto. Pinto menerimanya dan meneguknya. Kesegaran menjalari kerongkongannya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as pinto utu
Show Reviews (22)
Read
+Library
Ryandhika Rahman
Drama politik kalau diramu sama konflik yang tepat dan deket sama pembaca pasti bakal gokil sih jadinya. apalagi campur sama romance. Lanjutkan mas, novelnya keren. Jangan kendorin konfliinya .........
Hujan Aksara
Suka bgt bagaimana penulis mendeskripsikan keadaan, dan pemilihan diksinya. Gak kebayang memang jadi Pinto yg karena memang punya privilege sebagai anak president dan seorang anggota DPR, pasti banyak sekali tuntutannya meski hanya untuk sekadar memilih pacar, rumit, sampe dijuluki jomblo karatan🥲
Read All Reviews
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Woro Supriyanto menasihati Pinto. Telunjuk Pinto menggaruk-garuk kepala. “Belajar semacam itu enggak berpengaruh ke Pinto. Pinto tetap paham sedikit. Mungkin Pinto harus makan daging kerbau dari pedalaman Afrika sama kangkung dari Pegunungan Himalaya.” Dia mengekeh. “Kamu jangan bercanda! Kamu harus serius! Harus melakukan anjuran Bapak!” semprot Yeni Supriyanto.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as pinto utu
Read
+Library
U

U

pria itu adalah teman satu sekolahnya dulu. "Hey! Itu bukannya teman satu sekolah denganmu dulu Ren?" Dia yang bernama lengkap Reno Hadi Rudyatmo hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari temannya. "Dia bukannya seorang gay, ya?" Teman baru yang mendengar pembicaraan kedua orang itu, ikut bertanya. "Gay? Maksudnya dia penyuka sesama jenis?" "Iya, benar 'kan Ren? Pria ini 'kan, yang kamu ceritakan waktu itu?"
103.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as pinto utu
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

gumam Kevin. Ada sekotak irisan buah naga, semangkuk soup jagung, sekotak perkedel dan nuget, semangkuk nasi, sebungkus roti cokelat, sebotol mineral dan sebotol susu. Sederhana namun begitu lengkap. Mutia tidak tau harus berkata apa, benar kata Kevin, Alan memang tidak peduli dengan apa yang dia makan walau kini ia sedang mengandung. Mutia mengambil sedikit demi sedikit makanan yang ada dihadapannya. Senyum tipis terbit di bibir Kevin mengamati lahapnya Mutia memakan masakannya sampai habis seluruhnya.
141 viewsOngoingAdded to Library 5 Times as pinto utu
Read
+Library
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

Bukannya menjawab, Dinara malah menanyakan hal yang lain. "Dia itu siapa? Katanya Alvin punya utang sama dia." "Pak Budi itu penipu Mbak, dia renternir yang juga punya rumah judi ilegal. Gara-gara mas Alvin terbujuk sama rayuannya lelaki tua bau tanah itu, semua harta benda harus terjual untuk membayar utang-utang mas Alvin. Dia kecanduan judi setelah menang satu kali. Padahal, itu semua pasti trik dari pak Budi."
4.0K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as pinto utu
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Urat-urat di lengan pria purba itu mulai menonjol, memberikan tanda bahaya yang nyata bagi siapa pun yang melihatnya. "Dan buat kamu, pejantan buncit kurang gizi." Suara rendah Arya mendadak berubah mematikan, menggema memenuhi seisi ruangan. "Aku tidak tahu hewan apa yang kalian sebut anjing penjaga itu di zaman aneh ini. Asal kamu tahu baik-baik, kepala suku terkuat sepertiku tidak pernah sekadar menjaga pintu masuk wilayahnya!"
9.5K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as pinto utu
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as pinto utu
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

tanya Mas Adry bingung. "Maaas, kok mas lupa sih?" rajukku. Aku mengerucutkan bibir lalu membuang muka karena kesal. Sebelum berangkat latihan gabungan, ia sudah berjanji akan membawakan sesuatu yang membuatku kepikiran ketika menatap makanan. "Adek jangan marah dong!" rayunya lalu mencubit daguku. "Becanda kok, Dek. Nih, mas bawain buat Dede Utun!"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as pinto utu
Read
+Library
Patah

Patah

*** Berssambung [1] Torero : pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. [2] Muleta : kain merah yang diikatkan pada tongkat yang digunakan torero untuk mengganggu banteng dan menyembunyikan pedang
1028.3K viewsCompletedAdded to Library 764 Times as pinto utu
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status