Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kontrak Sang Miliarder

Istri Kontrak Sang Miliarder

kekehnya sambil menikmati tontonan seru. *** Angin semilir menggoyang dedaunan yang bertumpu pada dahan pohon apel yang berjejer rapi dengan jarak yang sama. Acara panen raya yang setiap tahun diadakan di perkebunan Charlie sukses mengundang banyak wisatawan untuk datang dan mengabadikan momen ini. Setiap orang di bebaskan mengambil apel sebanyak yang mereka mampu dengan hanya membayar tiket masuk. Charlie dan Moana memang menyukai keramaian.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
LazuardiBianca
Bagi pembaca setia, stay tune terus ya ... karena cerita ini akan segera menuju akhir dan nantikan karya-karya Bian selanjutnya. Pssttt ... sedikit bocoran nih, bakal ada sequel dari cerita ini di karya selanjutnya. Jangan sampai ketinggalan ya ...
Farla
Keren K'Bian, kangen banget! Udah lama nggak baca karya kakak sejak menghilang dari Wat*pad. Bahasanya bagus, alurnya teratur dan yang paling keren tuh berasa lagi nonton drakor. Ada kala sweet, sedih plus lucu. Jjang .........
Baca Semua Ulasan
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

desisku pelan. Aku memotong buah apel, melon, dan pir. Cuaca yang lumayan panas, muncul keinginan membuat es buah. Dari balik jendela kaca dapur, aku bisa melihat Dewa sedang berenang. Usianya tiga belas tahun, tinggi badannya sudah sama denganku. "Mbak." Randu mengutip buah anggur yang di wadah. "Ya."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Putri Sahabatku dan Apel Beracun

Putri Sahabatku dan Apel Beracun

Suara yang membawa aroma harum itu pun berbisik ke telingaku, "Om, apel yang aku makan tadi kayaknya dicampur obat perangsang hewan ... aku .... Aku sekarang panas banget. Bantuin aku ya?" Tanpa perlu dia bilang pun aku sudah bisa merasakannya. Sentuhan tanganku terasa sangat panas dan ada bekas jejak yang lembap di sana. Gadis ini jelas-jelas sedang menginginkannya. Apelnya dicampur obat perangsang hewan? Sudah pasti si brengsek Jake itu punya niat busuk, dia sengaja menaruhnya karena ingin meniduri Sinta.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Pendekar Sabre

Pendekar Sabre

Yizi menggigit apel yang ia bawa dengan penuh tekanan. Zizi yang melihat pertengkaran dari atas pohon apel hanya mengedikkan bahunya acuh. Zizi berada di pohon apel sembari tiduran di atas dahan yang lumayan besar. Zizi tidak mempedulikan orang-orang yang dibawah, gadis itu sudah rindu dengan buah apel membuatnya nangkring di atas pohon seraya menikmati apel-apel itu. Teman-temannya tidak mau naik ke pohon dan malah sibuk bertengkar. Sedangkan Xuan Yi dan Ji Lian berusaha melemparkan pedang mereka untuk mengambil apel.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Kurasa, Alana setingkat lebih dewasa kalau deketan sama Mas Dru, cihuuyy. Kami berjalan berdua, dari parkiran menuju pintu masuk. Membeli karcis masuk dan membaca beberapa petunjuk. Dasarnya kami suka wisata alam, mood langsung meningkat drastis ketika menyaksikan jajaran pohon apel yang berbuah ranum. Kali ini kami melangkah ke jajaran pohon apel hijau, sedapnya bunga apel yang mekar. Inimah penebusan kesalahan yang seger kali ya? “Kenapa kebun apel, Mas? Kan masih banyak tuh laut, pantai, gunung, air terjun,” celotehku sambil berjalan pelan di bawah rimbunnya pohon apel.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
A Love- Hate Affair 'The Northern Duke's Touch'

A Love- Hate Affair 'The Northern Duke's Touch'

Mereka kemudian melewati kebun kerajaan yang di tumbuhi pohon pohon yang nampak asri dan menyejukkan, buah buahan dari apel, pir dan delima yang merah dapat di petik tanpa harus memanjat pohon. Di kejauhan, suara tawa kecil terdengar dari sekelompok dayang yang sedang membawa keranjang berisi buah buahan yang baru mereka petik. Wajah mereka berseri seri dengan balutan kain putih keemasan.
907 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Expect The Glimmer [Indonesia]

Expect The Glimmer [Indonesia]

Setidaknya perempuan yang sedang bersamanya bukan tipikal yang pemilih makanan apalagi dengan suara bising di sekitarnya. Angkasa yang sudah dua hari bertugas kembali ke Malang dengan segala urusannya. Masalah yang ia kira sudah selesai dan hanya akan melakukan proses penyelesaian ternyata salah besar. Para petani apel itu tiba-tiba menaikkan harga yang cukup mahal karena alasan wabah yang menyerang tanaman. Berhektar-hektar pohon apel itu mengalami kerusakan, mau tak mau para petani memutar otak agar hasil panennya memuaskan.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Silver Eyes
PUEBI-nya rapi banget. Narasinya bagus pakai showing. Sesuai selera bacaan yang aku suka. Diksinya beragam nggak ngebosenin. Ceritanya sarat muatan lokal. Perbedaan kelas sosial di sini digambarkan dengan apik. Tulisan yang cantik.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
PEMBALASAN DENDAM SANG LADY

PEMBALASAN DENDAM SANG LADY

Eveline menoleh cepat, rasa lapar yang ia tahan kini semakin terasa, “Tunjukkan.” Mereka berjalan keluar pondok, hanya diterangi cahaya bulan, mendapati sebuah pohon apel dengan beberapa buah merah menggantung rendah, sebagian terayun pelan terkena angin malam. “Anya memetik beberapa apel dan menyerahkannya kepada Eveline. “Makanlah, Lady.”
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Dewa Kegelapan

Bangkitnya Dewa Kegelapan

Sebuah taman yang ditumbuhi oleh beragam bunga dan jenis tanaman adalah pemandangan pertama yang menyambut Griffin dan Draco. Dua makhluk sama spesies beda tingkatan itu berjalan berkeliling melihat semua yang bisa ditangkap oleh mata mereka. “Apa saya boleh memakan buah di sini, Tuan?” Draco bertanya. Rubah itu merasa terpesona dengan banyak sekali buah-buahan yang tumbuh hampir mengalahkan jumlah daun pada pohon apel.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Esok harinya, sepulang sekolah dan les, si kembar tidak langsung istirahat. Mereka justru sibuk mengerumuni tumpukan apel hasil petikan di Malang. Myesha dengan telaten menyusun buah-buah itu ke dalam keranjang merah muda. "Gimana, Vira? Cantik ‘kan?" tanya Myesha sambil berlagak mengerucutkan bibir, menilai jerih payahnya.
9.955.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai pohon apel dan pir bermekaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status