Abby and Her Amulet
Kali ini Maxwell mendengus, “Kau dan perut besarmu itu. Kalau begitu, pikirkan lagi makanan yang enak seperti kalkun tak terbatasmu.”
Aku begidik ngeri saat teringat mimpiku sebelumnya, “Tidak. Untuk sementara, aku akan makan yang lainnya saja.”
Lalu tiba-tiba saja, ada pohon apel yang tumbuh begitu saja dari jarak lima meter dari posisi kami. Buahnya cukup lebat, untuk ukuran pohon yang tingginya hanya mencapai pundakku, sampai membuatku terperangah, “Wah, lihat apel-apel merah yang matang itu. Mungkin, kita bisa menjualnya!”
Sikat na Kabanata