Pendekar Cahaya
Tuan Dewangga menghunus pedangnya, “Hmm, kalau itu maumu, maka terimalah seranganku.”
Tiba-tiba pancaran tenaga dalam dari tubuh Tuan Dewangga meningkat pesat. Pedangnya berpendar memancarkan cahaya yang menyilaukan mata, menusuk ke depan dengan gerakan sederhana tapi kecepatannya tak terkira, hanya sepersekian detik ujung pedang sudah mengancam tenggorokan Baroto. Tapi si Kodok ini mendapatkan nama besarnya bukan sebulan dua bulan, tapi puluhan tahun lewat ratusan bahkan mungkin ribuan pertarungan. Menghadapi serangan secepat itu ia tenang saja, ketika ujung pedang hampir menembus tenggorokannya, tak terlihat oleh mata ia sudah jongkok memasang kuda-kuda ilmu kodoknya. Tenaga dalamnya menye
Bab Populer