Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

"Bajang melepas kodok itu secara diam-diam." Kodok emas meniupkan racun tak berwarna dan tak berasa. Kemudian kodok itu melompat ke tangan pemiliknya selesai menjalankan misi, Bajang berhenti merapal mantra, dan menyimpan kodok itu di balik baju. Melumpuhkan musuh dengan kodok emas sangat efektif. Mereka tidak perlu keluar tenaga. Kodok itu memiliki kelemahan, hanya mengeluarkan racun sekali dalam sehari.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as pokemon kodok
Read
+Library
Pendekar Dari Lembah Hitam

Pendekar Dari Lembah Hitam

Tidak ingin kalah dengan Uwin Dung juga mengeluarkan hewan spiritual dari dalam tubuhnya, katak berwarna merah besar yang keluar dari tubuhnya berdiri tepat di sampingnya. "Bagus, sekarang giliran ku," ucap Pupu. Hewan spiritual Rubah ekor enam yang cukup besar keluar dari dalam tubuh Pupu, dari dalam mulut Rubah Pupu bola hitam bersiap dikeluarkannya. "Sekarang," teriak Pupu. Elang Uwin dan katak Dung menyerang Saga tanpa henti, Saga yang menyerang balik menggunakan satu tangan sama sekali tidak bisa melukai kedua hewan spiritual yang terus menyerangnya.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 283 Times as pokemon kodok
Read
+Library
DUKUN 99

DUKUN 99

Ia kembali ke mobil dengan wajah polosnya. "Tadi kenapa, Den?" tanyanya sambil mengusap sisa ketan susu di ujung bibir. "Ada pocong tadi." Beni menjawab. "Pocong?!" Lukas mulai panik. "Pocong pesugihan, ya?" tanyanya lagi. Serempak aku dan Beni mengangguk. "Dalam nama Yesus!!" gertak Lukas yang tak tahu sudah mencicip liur dan nanah pocong.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as pokemon kodok
Read
+Library
Dokterku Pemburu Roh

Dokterku Pemburu Roh

Tapi, jika akarnya tidak diketahui letaknya maka tidak ada gunanya melawan mereka yang terus bertambah banyak. ... “Ha ha ha! Menurutmu dengan pisau kecil itu kau bisa membunuhku?” tanya roh jahat yang mirip dengan hantu kain halloween. “Banyak omong juga, padahal kau sama sekali tidak bisa melukaiku.” Seorang pemuda—bernama Ken— berambut hitam model Korea dengan anting salib di kuping kirinya mengayunkan sebuah pisau bedahnya. Mereka berdua sedang berada di atas bangunan terbengkalai yang tinggi.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as pokemon kodok
Read
+Library
JODOH PILIHAN MAMA

JODOH PILIHAN MAMA

omel Intan lagi. Belum selesai Intan berbicara, mendadak semua teman-temannya diam seribu hahasa. “Kenapa? Kok pada diem?” tanya Intan penasaran. Intan menoleh ke belakang saat Desti memberi kode. “Katanya mau p*pis?” sindir dosen muda itu. Dosen muda itu tiba-tiba sudah berdiri di belakang Intan. Mata Intan membulat.
1044.6K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as pokemon kodok
Read
+Library
Jodohku Musuhku

Jodohku Musuhku

Ucap Arga. Pria kaos oblong warna hitam dengan tubuh yang penuh tato. Hal itu membuat Arga semakin takut dan bergidik ngeri. Tiba-tiba Arga berlari ke belakang wanita yang baru dia jumpai tadi. Arga bersembunyi di balik tubuh wanita itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as pokemon kodok
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Katok Banjir terbelalak dan berkedip-kedip kebingungan. Orang yang dihadang Pak Tua itu ternyata adalah Kozoki Oden, mantan Pendekar Pendekar Pedang Tanpa Tanding dari tanah Sakura. Kozoki Oden sempat terperanjat melihat Layang Petir masih hidup. Ini menandakan memang dialah yang tadi membunuh Layang Petir menggunakan kekuatan Patung Dedemit. "Kau masih Ingat aku, Kozoki Oden?"
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as pokemon kodok
Read
+Library
Jodohku Dokter Galak

Jodohku Dokter Galak

Ditambah pasien menderita PPOK akibat riwayat merokok di masa lalu sehingga suara napasnya pun terdengar berbeda daripada orang sehat. "Urin terakhir 1500 cc pukul dua belas, Dokter. Kemudian tensi ... Eh, udah kamu tensi kan? Kok enggak ada catatannya?" bisik sang koas kepada temannya. "Berapa?" tanya Raditya tak sabar mengetahui koas di depannya sepertinya lupa tidak mengobservasi lagi. "Siap, sebentar, Dok. Saya tanyakan ke mahasiswa perawat," jawab salah satunya yang berambut keriting.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as pokemon kodok
Read
+Library
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Menjelang akhir makan malam, Nindy akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan soal bekas paku yang ia lihat di lorong tadi, mencoba menyampaikannya dengan nada seringan mungkin agar tidak terkesan seperti sedang menyelidiki sesuatu. "Bu, tadi Nindy liat ada bekas paku kosong di lorong, di antara bingkai-bingkai foto itu," ucap Nindy sambil tersenyum, mencoba terdengar sekadar penasaran biasa. "Itu bingkainya kenapa, Bu?" Bab 120
1034.7K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as pokemon kodok
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status