Di Antara Dua Pilihan
Dan tentu saja mustahil untuk menyentuh hatinya.
“Saya tidak membenci kamu, El. Tapi jangan menuntut apapun,” tambah Keenan dengan suara beratnya karena masa lalu tidak berhenti mencekiknya.
Suara Dhara hampir hilang. “Itu tidak adil, kan ....”
“Adil atau tidak, kamu cuma punya dua pilihan ....” Keenan menjeda, pelukannya mulai longgar. “Kamu, atau kita.”